Striker Persekabpas Ricko Hardiansyah yang Juga Seorang Petugas Pemadam Kebakaran

Kompetisi Liga 3 sepak bola belum bergulir. Ricko Hardiansyah, 25, pun memilih untuk merintis profesi baru. Bintang Persekabpas Pasuruan itu jadi petugas pemadam kebakaran (damkar) di UPT Damkar Kabupaten Pasuruan. Tawaran bermain di Liga 2 pun ditolaknya.

—————

Nama Ricko Hardiansyah pasti tak asing lagi bagi telinga pecinta tim Persekabpas Pasuruan. Ia salah satu bintang Persekabpas yang membawa kesebelasan ini meraih juara dua putaran Jatim di Liga 3 tahun lalu.

TOP SKOR: Ricko Hardiansyah (paling kanan) saat berseragam Persekabpas. Di kompetisi musim lalu, Ricko adalah top skor Laskar Sakera. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Warga Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, itu merupakan penyerang dengan kostum bernomor sembilan. Posisinya sebagai striker membuatnya menjadi momok menakutkan, ketika berada di depan gawang lawan.

Bukan hanya di area penalti lawan. Bahkan, di luar garis penalti, bisa berbahaya bagi lawan. Terbukti dengan beberapa gol yang mampu diciptakannya dari tendangan bebas di luar kotak terlarang. Gol keras dari jarak jauh saat melawan Kresna FC, bahkan mengantarnya mendapat reward dari Asprov Jatim.

Gol tersebut bukan satu-satunya yang dicetaknya. Karena ada rentetan gol lain yang diciptakan ketika berlaga di Liga 3 tahun 2018.

Namun, seiring berakhirnya kompetisi Liga 3, Ricko pun merintis profesi baru. Selama masa libur kompetisi itu, dia memulai karir sebagai petugas pemadam kebakaran.

Pemuda kelahiran 9 Maret 1994 itu menceritakan, bola memang dunianya. Ia sudah terjun di dunia sepak bola sejak masih belia. “Saya sudah bermain sepak bola sejak kelas lima SD,” kisahnya.

Kecintaannya pada sepak bola, bermula dari almarhum ayahnya, Haryi Taib, yang suka nonton sepak bola. Hobi ayahnya itu, menggiringnya untuk belajar bermain bola sepak.

Hingga akhirnya keterusan dan menjadi sebuah kegemaran. Ia pun masuk SSB Naga di Gempol. Saat masih kecil itu pula, beberapa turnamen diikutinya.

Timnya bahkan pernah meraih juara pertama kejuaraan internal Persebaya, saat membela Putra Surabaya. “Saat SMA, saya masuk Persekabpas usia 17 dan mengikuti liga remaja,” kenangnya.

Ia pun sempat membela tim Porprov Kabupaten Pasuruan. Baik di Madiun ataupun di Banyuwangi pada 2015.

“Kalau di Madiun kami kalah di babak penyisihan. Tapi, saat Porprov di Banyuwangi, kami mendapatkan perunggu,” terang suami dari Aigin Medina Kautsar tersebut.

Dari situlah, ia kemudian dilirik manajemen Persekabpas. Dia lantas bergabung dengan Persekabpas dari tahun 2015 hingga kompetisi tahun 2018.

Pasca berakhirnya kompetisi, ia memutuskan untuk menjadi petugas pemadam kebakaran. Sejak April 2019, dia tercatat sebagai tenaga PHL di UPT Damkar Kabupaten Pasuruan dengan masa kontrak 1 tahun.

“Ada tawaran untuk masuk ke pemadam kebakaran. Saya pun terima tawaran itu,” ulasnya.

Ia memang tak terlibat langsung saat proses pemadaman api. Karena karirnya di dunia pemadam kebakaran baru dua bulan terakhir.

“Pengen sebenarnya ngerasain tantangan memadamkan api. Tapi, belum ada kesempatan. Karena saat tugas, Alhamdulillah tidak ada kejadian,” ceritanya.

Ricko sendiri mengaku, sempat ditawari untuk bermain di Liga 2. Ada tim yang meminangnya. Jaminan hidup tentunya lebih baik ketimbang profesinya saat ini.

Namun, ia berkomitmen tetap bertugas di pemadam kebakaran.

“Ada tim dari Bangka Balitung yang menawari saya main. Tapi, setelah saya pertimbangkan, saya memilih tetap di sini,” akunya.

Ia sendiri tak mengelak kalau sebenarnya masih merindukan bermain sepak bola. Riuhnya suporter membuat semangatnya mendidih saat di lapangan. Namun, saat ini ia mengaku sedang fokus dan enjoy dengan profesi barunya.

Meski demikian, Ricko tidak menolak untuk bermain di Persekabpas lagi. Dia bahkan memastikan, masih bisa bermain sepak bola, meski jadi anggota UPT Damkar. Tentu saja, harus mendapat izin dari atasannya.

“Kalau ada tawaran main di Persekabpas lagi, tentu saya tidak menolak. Karena masih ada rasa ingin bermain sepak bola lagi. Apalagi dukungan suporter benar-benar membuat saya termotivasi,” pungkasnya. (one/fun)