Selama Ramadan, Gugat Cerai di Pasuruan Menurun

BANGIL – Selama Ramadan ini, jumlah pengajuan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Bangil mengalami penurunan drastis. Angka penurunannya hingga separo. Diprediksi setelah Lebaran nanti, pengajuan cerai bakal kembali normal.

Zulfiatu Hifdzillah, Panitera muda hukum PA Bangil mengatakan, sudah menjadi tren bahwa saat Ramadan pengajuan kasus yang masuk ke Pengadilan Agama mengalami penurunan. Untuk tahun ini, penurunan pengajuan kasus cerai pun hingga sekitar 50 persen.

“Setiap bulan puasa trennya untuk pengajuan kasus memang ada penurunan. Ini, terlihat dalam pengajuan kasus rata-rata per hari selama puasa ini hanya sekitar 6-7 kasus yang masuk,” ujarnya.

Padahal, jika dibandingkan bulan lainnya, per hari rata-rata kasus yang masuk bisa mencapai 12-13 kasus. Padahal, selama Ramadan, untuk pelayanan baik pengajuan dan sidang, PA Bangil tetap membuka layanan seperti biasanya. Mulai pukul 08.00 sampai 15.00 untuk pendaftaran atau pengajuan kasus.

Zulfiatu menjelaskan, menurunnya jumlah pengajuan cerai itu sesuai dengan makna puasa. Yang artinya secara harfiah berarti menahan.

“Perceraian ini kan tergantung dari permasalahan di masyarakat dan tidak bisa diprediksi. Sehingga, alasan tepatnya kami tidak bisa tahu kenapa cenderung ada penurunan setiap Ramadan,” jelasnya.

Untuk PA Bangil sendiri, terakhir memberikan pelayanan pada 31 Mei. Hanya saja, saat itu layanan pengajuan perceraian sudah ditutup. Masyarakat yang ingin mendaftarkan pengajuan cerai bisa pada 10 Juni mendatang seusai Lebaran. (eka/mie)