Pastikan Tak Ada Lagi Pes di Wilayah Kab Pasuruan

BANGIL – Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan menjamin, wilayah Kabupaten Pasuruan bebas dari penyakit Pes. Jaminan itu diberikan, setelah dilakukan evaluasi pada lokasi yang terwabah bakteri yersinia pestis itu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan, Agus Eko Iswahyudi menyampaikan, wabah Pes memang sempat melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan. Seperti Tutur, Pasrepan, Puspo hingga Tosari. Penyakit tersebut terjadi pada kisaran tahun 1987 silam.

Saat itu, banyak orang yang terjangkit bakteri yersinia pestis. Hingga akhirnya, 10 orang meninggal dunia, akibat Pes.

“Banyak yang menjadi korban akibat bakteri yersinia pestis ditularkan dari tikus. Sejak itu, Pemkab melakukan penanggulangan dan pemantauan terhadap ancaman pes,” jelas Agus-sapaannya.

Perburuan terhadap tikus pun dilakukan. Selain itu diteliti, juga untuk menghindari risiko penyebaran penyakit tersebut.

Kegiatan tersebut dilangsungkan beberapa tahun. “Bahkan tahun 2018 lalu, dilakukan evaluasi. Dengan melakukan trapping terhadap tikus selama hampir setiap hari,” sampainya.

Dari hasil evaluasi itulah, tidak ada lagi temuan pes. Sehingga, kawasan Tutur dan daerah lainnya akhirnya menjadi kawasan yang memiliki resiko rendah adanya Pes.

“Kami tak lagi menemukan kasus pes pada manusia ataupun lingkungan. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi cemas,” pungkasnya. (one/fun)