Grup Hadrah Rutan Kraksaan yang Pernah Tampil di Depan Menkum HAM RI

Rutan Kraksaan memiliki grup hadrah yang sudah eksis sejak sepuluh tahun lalu. Grup hadrah ini pun kerap diundang untuk unjuk kebolehan di sejumlah acara.

———-

Sejumlah alat musik hadrah itu disimpan rapi di salah satu sudut ruangan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kraksaan. “Bila tak ada latihan atau undangan, ya disimpan,” begitu ujar salah satu petugas rutan.

Ya, Rutan Kraksaan memang memiliki grup hadrah sendiri. Grup itu berdiri sejak 2009 lalu. Rosi, pembina grup hadrah Rutan Kraksaan menerangkan, grup hadrah itu didirikan sebagai media dakwah atau masuk salah satu kegiatan rohani dan seni warga binaan.

“Kami memang ada pembinaan keagamaan. Itu, untuk meningkatkan keimanan bagi mereka. Sehingga, menyesali segala perbuatannya dan berlaku lebih baik lagi,” ujar Rosi membuka pembicaraan kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Disebutkan Rosi, warga binaan di Rutan Kraksaan mayoritas umat muslim. Lantaran itu, selain menggelar pengajian rutin, pihaknya juga membuat grup hadrah.

Sehingga, warga binaan lebih mantap untuk mendekatkan diri melalui bacaan salawat. “Mereka kami ajak untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta melalui jalur Rosul-Nya. Jadi, mereka kami ajak bersalawat. Melalui salawat inilah, kami harapkan bisa lebih baik lagi,” harap Rosi.

Selain sebagai sarana mendekatan diri kepada Allah SWT, hadrah juga sebagai bekal para warga binaan yang akan kembali ke masyarakat. Jika sebelumnya mereka tidak memiliki bakat demikian, maka setelah terbentuknya grup hadrah itu mereka memiliki basic seni bermusik hadrah.

“Itu kan nanti bermanfaat juga. Jadi, siapa tahu nanti di kampungnya mereka bisa mengikuti atau membentuk grup hadrah sendiri? Sehingga, bisa bermanfaat bagi semua orang,” tuturnya.

Grup hadrah yang sudah berdiri sepuluh tahun ini pun cukup eksis. Sebab, tak hanya tampil di Rutan Kraksaan saja. Tapi, juga kerap diundang di sejumlah acara.

Bahkan, pada 2013 lalu, juga pernah diundang ke Surabaya. Saat itu grup Hadrah Rutan Kraksaan diminta tampil untuk menyambut Menteri Hukum dan HAM RI saat itu yang masih dijabat Patrialis Akbar.

“Alhamdulillah, sudah pernah ke Surabaya. Para warga binaan ini memang rajin dan indah dalam melantunkan salawat,” ungkapnya.

Selama Ramadan tahun ini, warga binaan terutama grup hadrah juga memiliki sejumlah kegiatan. Di antaranya, pada 23 Mei lalu mereka mengisi acara Nuzulul Quran serta buka bersama di Rutan. ” Kami berharap mereka benar-benar bisa lebih baik lagi ketika keluar,” harapnya. (sid/mie)