Calon Jamaah Haji Mundur Bertambah Lantaran ada Yang Meninggal

PASURUAN – Dua calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Pasuruan dipastikan mengundurkan diri, meski sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahap tiga. Kedua CJH ini mundur karena meninggal dunia.

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) di Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, sampai pelunasan haji tahap ke tiga, jumlah CJH yang sudah melunasi BPIH ada 1.505 orang. Dengan rincian, tahap 1 yang melunasi 1.334 CJH, tahap ke dua 137 CJH, dan tahap ke tiga ada 34 CJH.

“Namun, dari jumlah tersebut, ada delapan CJH yang mundur. Termasuk dua CJH mundur lantaran meninggal dunia,” terangnya.

Imron mengatakan, ahli waris CJH yang meninggal bisa mengajukan surat resmi pengunduran diri ke Kemenag. Sehingga, nantinya 100 persen BPIH yang sudah dilunasi dikembalikan ke keluarga.

Untuk dua CJH yang meninggal, menurutnya, masing-masing ahli waris sudah mengajukan surat pengunduran diri. Sehingga, total ada delapan CJH yang mundur di kabupaten.

Sebelumnya, tercatat enam CJH resmi mundur. Alasan enam CJH mundur lantaran menunggu mahrom untuk berangkat bersama. Seperti pasangan suami-istri atau anggota keluarga.

Imron mengatakan, enam CJH yang mundur ini sudah melunasi BPIH pada tahap pertama. “Namun ternyata pasangannya tidak masuk tahap ke dua. Sehingga, mereka menunda berangkat tahun depan,” terangnya.

CJH yang menunda keberangkatan ini, tetap mengajukan surat pengunduran diri. Berdasarkan surat itu, kuota yang bersangkutan akan ditunda tahun berikutnya.

Sementara itu, keberangkatan CJH Kabupaten Pasuruan dipastikan masuk gelombang pertama. Meskipun kloter masih belum ditentukan dengan keberangkatan mulai bulan Juli. Untuk manasik haji sendiri akan dilakukan setelah Lebaran. (eka/fun)