Akrabnya Tokoh Lintas Agama di Kraksaan saat Bagi Takjil Bareng

KRAKSAAN – Beberapa bulan belakangan, isu agama jadi hal sensitif. Namun, di Kabupaten Probolinggo, kerukunan antarumat beragama berjalan dengan baik.

Hal itu seperti tersaji dalam agenda bagi-bagi takjil di jalur pantura, tepatnya di depan Kompleks Perkantoran Pemkab Probolinggo di Kraksaan. Sekitar 5.250 takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan pemudik yang melintas oleh tokoh lintas agama.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pembagian takjil tersebut menggambarkan bahwa multikultural atau menghargai sesama umat beragama sangat terasa. Pasalnya, mereka satu sama lain saling bantu membantu dalam membagikan takjil tersebut.

Sebagian umat Islam membantu untuk memperlambat kendaraan yang melintas. Sebagian yang lain membagikan takjil bersama dengan umat lain dari Konghucu, Hindu, Budha, dan juga Kristen.

Salah satu tokoh agama Hindu, Bambang Suprapto mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk kerukunan antarumat beragama. “Ini sangat bagus. Ini, merupakan bentuk kerukunan antara umat beragama,” ujarnya.

Hal yang sama diutarakan oleh Hasan Aminuddin. Menurut anggota DPR RI itu, kegiatan tersebut sebenarnya merupakan bentuk keprihatinan pasca-pilpres. “Saya sehagai politisi harus memberikan pelajaran politik yang baik bagi masyarakat,” katanya.

Yulius, salah seorang warga beragama Kristen mengatakan, bentuk kerukunan umat beragama seperti itu adalah hal yang bagus. Saling menghargai dan juga rukun. Bentuk kerukunan yang demikian ini harus terus dilestarikan demi keutuhan bangsa. “Kegiatan seperti ini harus terus dijaga. Ini adalah sebuah fondasi untuk keutuhan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengatakan, kegiatan yang dilakukannya itu tak lain untuk meredam suasana politik yang ada. Sebab, pasca-pilres lalu, sempat terjadi gejolak.

Karena itu, kemudian diadakanlah kegiatan bagi takjil bersama lintas agama dan juga masyarakat itu. “Ini kan sudah mendekati Lebaran. Semoga semakin lebih baik lagi dan saling maaf memaafkan. Dan, semoga dengan melihat kerukunan antar umat beragam yang ada, suasana di Probolinggo ini semakin sejuk,” harapnya. (sid/mie)