Toron Petolekoran, Beginilah Tradisi Warga Gili Ketapang di Ramadan ke 27

SUDAH TRADISI: Perahu yang membawa warga Gili Ketapang hendak menepi di dermaga pelabuhan Probolinggo. Setiap tanggal 27 Ramadan, warga Gili Ketapang punya tradisi. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Suasana pelabuhan Probolinggo Sabtu (1/6) lebih padat dari biasanya. Banyak perahu penyeberangan dari pulau Gili Ketapang, yang merapat ke dermaga. Perahu-perahu itu membawa ribuan warga Gili Ketapang yang sengaja datang ke Kota Probolinggo untuk membeli kebutuhan Lebaran.

SIAP-SIAP: Warga Gili Ketapang bersiap turun dari perahu dan akan menuju pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Warga Gili Ketapang biasa menyebutnya malam petolekoran atau 27 Ramadan. Saat malam ke 27 di bulan suci, tradisi petolekoran tersebut menjadi hal yang istimewa bagi mereka. Mereka toron (turun, Red) ke daratan yakni Kota Probolinggo. Ribuan warga tersebut antusias meski kondisi angin cukup kencang.

Ribuan warga Gili terlihat memadati pelabuhan Tanjung Tembaga. Sedikitnya ada lebih dari 50 perahu penyeberangan yang terlihat. Warga Gili Ketapang itu, biasanya langsung menuju pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo.

“Ya memang sudah tradisi bagi kami warga pulau Gili Ketapang, disaat Ramadan ke-27 atau petolekoran untuk berbondong-bondong berbelanja menyiapkan kebutuhan Lebaran,” kata Malik, warga pulau Gili Ketapang.

Pria 25 tahun ini mengatakan bahwa kebiasaan berbelanja secara serentak menjelang Lebaran. “Meski sedang berpuasa namun kami tetap melaksanakan tradisi leluhur menyambut Lebaran nanti untuk membeli pakaian, kue untuk hidangan tamu, perhiasan, maupun alas kaki,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan dari pelabuhan, ia bersama warga Gili Ketapang lainnya masih harus menumpang ojek atau becak untuk bisa menuju pusat Kota Probolinggo. Bahkan untuk menghemat pengeluaran, para warga ada yang rela berjalan kaki.

“Hampir setiap tahun kami bersama dengan keluarga dan warga lainnya ke Kota Probolinggo dan sudah menjadi kegiatan rutin sejak pagi hingga sore hari. Meskipun letak Gili Ketapang ini di wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, namun jaraknya lebih dekat ke Kota Probolinggo,” ujarnya.

Tradisi petolekoran ini juga dipantau kepolisian. Menurut Kasatpolair Polres Probolinggo Kota AKP Slamet mengatakan, pihaknya memantau kapal penyeberangan yang digunkan petolekoran. Pihaknya sudah memantau arus lalu lintas laut sebagai upaya memberikan pengamanan kepada masyarakat Gili Ketapang yang melakukan tradisi petolekoran.

“Kami pantau arus lalu lintas laut karena malam ke-27 pada bulan Ramadan, masyarakat Gili Ketapang bersiap-siap berbelanja ke Kota Probolinggo. Termasuk demi keselamatan menggunakan life jacket,” katanya. (rpd/fun)