Sebelum Ditangkap di Terminal Arjosari, Tahanan yang Sempat Kabur Kerja di Pasar Malam

DITANGKAP LAGI: Mohammad Joni, tersangka kasus narkoba yang sempat kabur dari sel tahanan Mapolres Pasuruan Kota, dirilis ke media Sabtu (1/6). Ia kembali ditangkap di wilayah Malang setelah dua bulan kabur. (Muhamad Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Mohammad Joni, 28, asal Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, itu berhasil ditangkap setelah melenggang bebas sekitar dua bulan. Pemuda yang tersandung kasus narkoba itu berhasil diamankan di terminal Arjosari Malang, Rabu (29/5) lalu.

Polisi pun harus menembak kaki kanannya dengan timah panas lantaran mencoba kabur. Dia berhasil dilacak lantaran penelusuran dari sosial media. Dalam akunnya yang bernama Jhony Suhu, dia sempat update status selang lima hari setelah kabur. Nah, Joni mengunggah status yang sempat isinya mengejek ke aparat kepolisian.

Hahahai silup PASKOT goyang lur…,” kutipan status Jhony Suhu pada 27 Maret 2019 pukul 13.50. Status itu menjadi jejak digital awal yang menjadi acuan polisi.

Dari berbagai informasi dan jejak digital itu pula, polisi dapat melacak keberadaan Joni. Selama pelariannya itu, Joni membantu orang tuanya berjualan baju di pasar malam. Beberapa waktu polisi mengikuti jejak Joni.

Hingga diketahui ia teridentifikasi tengah berada di wilayah Malang. Polisi pun bergerak mengejarnya. Tak lama Joni tiba di terminal Arjosari Malang, Joni langsung dijemput polisi. Namun ia sempat berupaya kabur ketika hendak ditangkap.

“Kami lakukan upaya paksa terhadap pelaku di terminal. Karena ada perlawanan, terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan secara terukur,” ungkap Kasatreskoba Polres Pasuruan Kota, AKP Imam Yuwono kepada awak media.

Saat dirilis ke media, Joni hanya merintih kesakitan.Kini, Joni harus kembali mendekam di sel Mapolres Pasuruan Kota. Polisi menerapkan pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU Narkotika. Disamping itu, jeratan hukum Joni juga ditambah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kabur dari tahanan.

“Diterapkan pasal yang lama dan ditambah dengan pasal 170, karena ada unsur perusakan dilakukan secara bersama-sama,” tutur Imam. (tom/fun)