Lima Bulan, Dinsos Kab Pasuruan Tangani 61 Gepeng-ODGJ

BANGIL – Dalam lima bulan terakhir, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan telah menangani sebanyak 61 gelandangan dan pengemis (gepeng) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dari jumlah tersebut, 40 persen adalah dari luar Kabupaten Pasuruan.

Gunawan Wicaksono, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti pengemis, gelandangan dan ODGJ harus segera ditangani. Ini lantaran mengganggu tatanan masyarakat.

“Untuk awal tahun ini jumlah Gepeng dan ODGJ yang ditangani memang lebih besar hingga 61 orang sampai Mei kemarin. Padahal sepanjang tahun lalu mencapai 81 PMKS,” terangnya.

Dikatakan Gunawan, jumlah gepeng dan ODGJ memang tidak bisa diprediksi. Mereka diamankan usai tim penegak perda menggelar razia secara mandiri. Serta lewat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) jika ada laporan dari masyarakat juga akan mengamankan Gepeng yang berada di jalanan.

Biasanya setelah diamankan, gepeng tersebut dibawa ke rumah singgah untuk dibersihkan, juga ditanyai terkait jati diri dan penanganan psikologi. Gunawan mengatakan, biasanya untuk gepeng dan ODGJ ada yang karena fakir miskin, ada juga yang karena sudah pikun sehingga lupa pulang ke rumah.

“Karena itu, biasanya kami akan data. Apakah ada yang diingat. Kalau ada yang ingat keluarganya maka kita telusuri agar bisa kembali ke keluarganya,” jelasnya.

Dari 61 jumlah tersebut terdapat 47 gepeng dan 14 ODGJ. Sepanjang bulan Ramadan ini atau Mei, jumlah gepeng yang berhasil diamankan mencapai 10 orang. Kendati masih ada namun jumlahlah kurang lebih sama seperti bulan-bulan sebelumnya yang mencapai belasan juga.

Wahyu Widodo, Kasi Pelayanan Rehabilitas Sosial Dinsos mengatakan untuk gepeng dan ODGJ mayoritas berasal dari Kabupaten Pasuruan. Sedangkan 40 persennya dari luar daerah seperti Kota Pasuruan, Probolinggo sampai Jombang.

“Untuk gepeng dan ODGJ yang berasal dari luar daerah kita kerjasama dengan Dinsos asal agar bisa dikembalikan ke keluarganya. Namun jika kesulitan mengingat ataupun gangguan yang cukup parah kita bawa ke RSJ atau kalau lupa jati diri dibawa ke Panti Asuhan Bina Laras,” ujarnya. (eka/mie)