Evakuasi KM Putra Mahkota yang Tenggelam Perlu Ditarik 7 Kapal

SUMBERASIH – Akhirnya, kapal KM Putra Mahkota yang tenggelam pada Minggu (26/5) malam berhasil dievakuasi. Kapal tersebut tiba di pulau Gili pada Kamis (30/5) malam. Proses evakuasi memerlukan waktu dan kapal lain, untuk menarik kapal tersebut.

“Ada 7 kapal yang menariknya dan membawanya ke pulau Gili. Enam kapal di antaranya milik warga Gili, sedangkan satu milik warga Mayangan. Tiba di pulau dua hari yang lalu, tepatnya sekitar pukul 19.00,” terang Kepala Desa Gili Suparyono, saat ditemui Sabtu siang (1/6).

Menurutnya, kapal yang karam itu sudah berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 60 meter dari permukaan. Prosesnya dibantu oleh penyelam, dan kapal itu ditarik. Selanjutnya, naik ke atasnya dari kedalaman 60 meter itu ditarik oleh 7 kapal.

Untuk kerugian kapal sendiri sekitar Rp 300 juta. Itupun jika kapal tersebut masih bisa dipakai. Jika tidak, maka kerugian kapal capai Rp 500 juta. “Ini kan kapalnya masih dilakukan pengecekan. Makanya masih dilihat. Apakah kapal tersebut masih bisa dipakai atau tidak. Sebab baru kemarin pagi kapal dinaikkan ke dek perbaikan, mengingat air pasang,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, KM Putra Mahkota yang digunakan 25 nelayan asal Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo tenggelam, Minggu (26/5) malam. Kapal itu karam diduga karena adanya kebocoran di palka.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, peristiwa karamnya kapal yang dinakhodai Hapi itu, terjadi sekitar pukul 22.00.

Saat itu, kapal Putra Mahkota membawa sekitar 25 nelayan untuk mencari ikan. Saat menangkap ikan, tiba-tiba di bagian palka belakang kapal penuh dengan air. Semua ABK panik karena kapal mengalami kemiringan. Tak berselang lama, kapal pun tenggelam di wilayah perairan tanjung Sampang. Saat itu, kapal tersebut sudah berhasil menangkap banyak ikan. Perkiraan ikan di atas kapal itu sekitar 2,5 ton. (rpd/fun)