Cegah Pungli, Jukir di Pasuruan Per Bulan Diberi Honor Rp 600 Ribu

PASURUAN – Juru parkir (jukir) di Kota Pasuruan dilarang keras menarik pungutan kepada pemilik kendaraan. Sebab, jukir di kota setempat selama ini telah mendapatkan honor yang diambilkan dari APBD Pemkot setempat.

Untuk memberi honor tiap bulan jukir yang ada, Pemkot Pasuruan pun harus menggelontorkan anggaran tak sedikit. Anggaran Rp 925 juta disiapkan untuk honor jukir tahun ini.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto menjelaskan, pemerintah sudah menetapkan honor atas kinerja jukir setiap bulannya. “Saat ini jumlah jukir sebanyak 113 orang. Tersebar di 83 titik parkir tepi jalan umum,” jelas Andri -sapaan akrabnya-.

Untuk tahun ini, Pemkot menyediakan biaya senilai Rp 925 juta untuk merealisasikan honor juru parkir itu. Dana itu digelontor dari APBD Kota Pasuruan 2019. Pemberian honor itu dimaksudkan karena saat ini jukir dilarang memungut dari pemilik kendaraan.

Andri menyebut, dana ratusan juta itu akan dicairkan per bulan untuk honor jukir selama 12 bulan. “Seiap jukir menerima honor sebesar Rp 600 ribu per bulan,” imbuhnya.

Tak hanya untuk honor petugas parkir, anggaran tersebut juga digunakan untuk hal lain. Seperti honor petugas di posko penertiban dan kebutuhan operasional perparkiran lainnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar jukir yang ada saat ini menaati aturan pemerintah. Dengan tidak memungut biaya parkir kepada pemilik kendaraan. Karena setiap bulan mereka sudah diberikan honor.

“Kami tetap memantau di lapangan. Jika ada yang melanggar tentunya ada sanksi yang diterapkan,” tandasnya. (tom/mie)