Waspadai Macet di Jalur Konvensional selama Arus Mudik-Balik Lebaran

JELANG Lebaran, arus lalu lintas di jalur Pasuruan-Probolinggo kian meningkat. Kendaraan pemudik yang melintas, sudah mulai ditemui di jalan. Persiapan dan antisipasi juga sudah dibuat aparat dan instansi terkait. Beginilah persiapan kepolisian di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo menyambut tradisi rutin tahunan tersebut.

JADI PILIHAN: Pintu exit tol Leces. Kepolisian mewaspadai kemacetan yang timbul saat arus mudik, di exit tol ini lantaran diperkirakan akan terjadi lonjakan. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Aparat juga sudah memetakan kawasan mana yang rawan akan kemacetan. Pun demikian dengan antisipasi kejahatan. Personel gabungan yang diturunkan, sudah disiapkan. Ini, semata agar para pemudik yang melintas di jalur pantura maupun di tol baru, nyaman dan selamat sampai di tujuan.

Di antara traffic lalu lintas yang paling padat adalah wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain menjadi segitiga emas lantaran menjadi penghubung tiga jalan (Malang-Surabaya-Bali), di Kabupaten Pasuruan juga banyak terdapat exit tol baru. Meski begitu, tol baru yang seluruhnya sudah operasional ini, juga menguntungkan karena dapat mengurai kendaraan yang melintas di jalur konvensional.

Kepadatan arus mudik pun sudah diprediksi kepolisian. Gelombang pemudik ini diperkirakan bakal berlangsung H-6 Lebaran. Puncaknya, saat H-3 Lebaran. Volume kendaraan diproyeksikan semakin menanjak. Tingginya volume kendaraan ini, membuat Polres Pasuruan melakukan kesiapsigaan. Operasi Ketupat digelar untuk kesiapan dalam menyambut momen Lebaran.

Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo menyampaikan, ada tiga titik jalur di Kabupaten Pasuruan yang rentan adanya kemacetan. Selain di pusat Bangil, juga ada di simpang tiga Taman Dayu serta simpang tiga Purwosari.

Untuk pusat Bangil, kecenderungan terjadi lantaran merupakan pusat keramaian. Sempitnya jalan juga menjadi faktornya. Terlebih ketika ada kendaraan mogok, bakal membuat arus kendaraan tersendat.

Sementara untuk simpang Taman Dayu, kemacetan rentan terjadi lantaran adanya crosing kendaraan. Baik kendaraan dari Malang, jalan tol, ataupun yang datang dari Pandaan. “Begitupun untuk simpang tiga Purwosari. Kemacetan tersebut terjadi lantaran adanya crosing kendaraan dari arah Malang, Pandaan, dan Kota Pasuruan,” terang Kapolres saat didampingi Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar.

Rizal -sapaan Rizal Martomo- menambahkan, risiko kemacetan tersebut memang ada. Namun, pihaknya menilai, bakal lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beroperasinya jalan tol Gempol-Pandaan-Malang dan Gempol-Pasuruan dapat meminimalisasi risiko kemacetan tersebut.

“Risiko kemacetan lebih kecil. Sebab, pemudik bisa memanfaatkan jalur tol yang sudah dioperasikan,” jelasnya.

Selain pemetaan jalur rawan macet, pihaknya juga memetakan jalur-jalur yang rentan terjadinya kecelakaan. Menurut Rizal, untuk jalur blackspot ada di jalan Purwodadi hingga Gempol. Karena jalan setempat, merupakan jalur cepat. Jalannya pun menurun.

Di samping itu, ada pula Jalan Raya Beji. Beberapa kecelakaan yang ada, kerap terjadi di wilayah Beji. Ratusan personel pun disiagakan untuk menyambut Lebaran. Selain pengamanan dan pemantauan jalur, juga untuk mengantisipasi aksi-aksi kejahatan. Selain kejahatan jalanan, pihaknya juga mewaspadai adanya potensi kejahatan penipuan atau gendam.

Menurut Kapolres, jalan yang rentan kejahatan berada di Purwodadi hingga Gempol. Serta, Kejayan hingga Purwosari. Untuk mengantisipasi aksi kejahatan jalanan itu, tim khusus disiapkan. Seperti tim saber begal yang disebar di jalur titik-titik rawan kejahatan.

“Kami menyiapkan anggota yang bertugas untuk melakukan patroli pengamanan,” sambungnya.

Petugas pengamanan tersebut, juga disiagakan di pusat-pusat keramaian. Seperti Plasa Bangil ataupun di pertokoan Pandaan. “Selain antisipasi tindak 3C juga antisipasi adanya tindak penipuan. Karena momen jelang Lebaran, potensi pelaku penipuan, bisa bermunculan,” ulasnya.

Hal serupa juga dilakukan Polres Pasuruan Kota. Mendekati arus mudik Lebaran 1440 Hijriah, Polresta Pasuruan sudah melakukan pemetaan pada jalur rawan kecelakaan dan kemacetan di Kota Pasuruan. Polresta memastikan pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasinya.

KBO Satlantas Polresta Pasuruan Iptu Yudi Prasetyo mengungkapkan, arus mudik di wilayah hukum Polresta Pasuruan diperkirakan baru terjadi pada H-2 Lebaran yakni Senin mendatang (3/6). Dari hasil pemetaan, ada sejumlah titik yang patut diwaspadai.

Ia menyebut untuk titik rawan kemacetan berada di wilayah Ngopak, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, di lokasi ini menjadi persimpangan kendaraan dari arah Rejoso menuju Grati dan sebaliknya. Selain itu, di titik ini juga terdapat pasar tumpah yang terjadi pada sore hari.

Satlantas pun sudah menyiapkan langkah antipasti untuk mengurai kemacetan ini. Di antaranya dengan menerjunkan tim patroli. Tim ini bakal melaporkan jika ada suatu ruas jalan yang dianggap lalu lintasnya sangat padat untuk dilakukan rekayasa.

“Adapula titik kemacetan di simpang empat Kebonagung. Namun, kami yakini kepadatannya tidak akan seperti tahun lalu. Sebab, tahun ini tol di Leces dan Bukir sudah beroperasi,” ungkap Yudi.

Sementara, Kanit Laka Satlantas Polresta Pasuruan Iptu Ahmad Jayadi mengungkapkan, titik rawan kecelakaan di wilayah hukum Polresta Pasuruan sepanjang satu kilometer. Mulai dari jalan raya Kemantrenrejo sampai depan pabrik Chiel Jedang Indonesia di Rejoso.

Pihaknya bakal bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengadakan langkah antisipasi. Di antaranya, dengan memasang banner sebagai imbauan untuk selalu berhati-hati dalam berlalu lintas. Di samping itu, Satlantas bakal berkoordinasi dengan pekerjaan umum (PU) untuk menambah lampu penerangan jalan.

“Memang penerangan jalan di lokasi tersebut kurang karena kebanyakan kecelakaan ini terjadi saat malam hari. Paling tidak bisa mengurangi kecelakaan di jalan ini,” terang Jayadi. (one/riz/sid/rpd/fun)