Tujuh Hari, 4.400 Sembako di Pasar Murah Ludes

PAJARAKAN – Sejumlah 4.400 bungkus sembako ludes terjual dalam kegiatan pasar murah yang digelar selama tujuh hari di Kabupaten Probolinggo. Sembako bersubsidi ini banyak diminati warga karena harganya memang lebih murah dari harga pasar.

Pasar murah ini digelar selama tujuh hari sejak 20 sampai 28 Mei di tujuh tempat berbeda. Di antaranya di Kecamatan Kraksaan, Paiton, Maron, Krucil, Besuk, Pakuniran, dan terakhir di Kecamatan Pajarakan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Mahbub Junaidi mengatakan, dalam pasar murah ini pihaknya menyediakan empat jenis sembako. Yakni, gula, beras, minyak goreng, dan tepung terigu. Masing-masing jenis itu disediakan 1.100 bungkus. “Jika ditotal setiap jenis itu ada sekitar 4.400 bungkus. Nah, itu selama tujuh hari ludes diserbu masyarkat,” ujarnya.

Mahbub menjelaskan, sembako yang dibawa ke setiap kecamatan dalam gelaran pasar murah selalu ludes. Antusiasme masyarakat dalam sembako bersubsidi sangat tinggi. Meski di pasaran harga tergolong stabil, tapi masyarakat memilih barang bersubsidi. “Sekarang sudah tidak ada. Gelaran pasar murah hanya tujuh hari,” ujarnya.

Menurutnya, harga jual sembako di pasar murah sangat jauh berbeda dengan di pasaran. Seperti gula. Jika dipasaran per dua kilogram sekitar Rp 24 ribu, di pasar murah hanya Rp 14.500. Sedangkan, beras per lima kilogram di pasaran Rp 65 ribu, sedangkan di pasar murah hanya sekitar Rp 39 ribu.

“Karena itu, banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli. Mereka bisa berhemat dan uang sisanya bisa dibelikan yang lain untuk kebutuhan Lebaran,” ujarnya. Namun, selama ini tidak semua warga bisa membelinya. Hanya mereka yang mendapatkan kupon saja yang bisa berbelanja di pasar murah. (sid/rud)