Selama Arus Mudik-Balik, Kepolisian Siagakan Personel di Tiap Titik di Jalur Rawan

BARIS: Apel pasukan yang digelar Polres Pasuruan Kota beberapa waktu lalu. Pengamanan arus mudik-balik juga dilakukan instansi terkait. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TOTALITAS aparat keamanan mengawal arus mudik dan balik memang menjadi rutinitias tahunan. Hampir tiap kali libur Lebaran, aparat keamanan menjadi tumpuan untuk menjaga wilayah. Kepolisian di Kota-Kabupaten di Probolinggo-Pasuruan, sama-sama mengerahkan personelnya dengan jumlah sepertiga dari kekuatan.

DISEBAR: Tim Resmob Polresta Pasuruan patroli di titik rawan kejahatan. Patroli serupa akan digelar sampai arus balik selesai. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Personel itu merupakan gabungan dari lintas instansi. Mereka akan siaga hingga arus balik selesai. Para personel itu ada yang ditempatkan di posko pengamanan hingga pos pantau. Para personel tersebut dikerahkan, setelah apel pasukan yang digelar beberapa waktu lalu.

Di Kabupaten Probolinggo, Polres setempat sudah menggelar apel pasukan yang diikuti sekitar 350 petugas gabungan TNI-Polri serta instansi lain. Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menyebutkan, instansi yang turut dilibatkan di antaranya Dishub, petugas medis, serta Pramuka. Mereka semua akan diperbantukan dalam pengamanan untuk kelancaran arus mudik.

Eddwi -sapaan akrab Kapolres- mengatakan, petugas yang disiapkan tersebut sudah mulai bertugas pada H-7 Lebaran. Mereka akan disebar di beberapa titik sesuai dengan pos yang telah ditentukan. “Sudah ada posnya masing-masing. Jadi, nanti tinggal menuju tempat yang telah disiapkan untuk pengamanan,” ujarnya.

Menurutnya, pos yang dimaksud yaitu Pos Pam Leces yang berada di sebelah exit tol, Pos Bentar di Gending, Pos Kraksaan, dan Pos Paiton. “Pos-pos tersebut berguna juga untuk tempat beristirahat para pemudik,” tandasnya.

Di saat arus mudik kali ini, ia mengimbau kepada para pemudik terutama pengendara roda dua agar berhati-hati dan tetap utamakan keselamatan. “Jika melewati jalur lingkar selatan, harap berhati-hati. Usahakan jangan sendirian. Karena jalur tersebut rawan tindak kriminal,” ungkapnya.

Di Kota Probolinggo, polresta setempat yang membawahi 8 kecamatan, mengerahkan 200 petugas. Ratusan petugas merupakan petugas gabungan, mulai dari TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, Dinkes, termasuk Pramuka. “Total sekitar 250, untuk Polri sendiri sebanyak 160 petugas,” terang Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal.

Menurutnya, terkait dengan jumlah pengamanan mudik jelang Lebaran, kepolisian juga mengandalkan Pos Pantau dan Pos Pelayanan. Setidaknya, di Kota Probolinggo sendiri terdapat tiga pos. Yakni, berlokasikan di Terminal Bayuangga, depan Pemkot Probolinggo, dan rest area Tongas.

“Nantinya pos tersebut akan diisi oleh TNI-Polri, Dinkes, Dishub, Satpol PP, dan juga anggota Pramuka. Selain itu, akan ada satu unit mobil ambulans dari Dinkes pada tiap pos,” terangnya.

Pos tersebut nantinya akan siaga 24 jam. Terhitung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Tentunya nantinya akan dibagi menjadi tiga shift. Selain petugas jaga pos, juga akan ada anggota polisi yang lakukan patroli keliling. “Paling tidak dengan adanya petugas yang patroli, maka dapat menekan tindak kriminal. Termasuk siap siaga jika ada laka lantas,” bebernya.

Terakhir, Kapolresta berharap, dalam mudik tahun ini, pemudik tetap menjaga dirinya agar selalu aman dan waspada. Jika memang kondisinya sudah lelah, maka dipersilakan untuk beristirahat di pos yang telah disediakan.

Bergeser ke Kota Pasuruan. Resor yang membawahi 11 wilayah kecamatan (4 di kota dan 7 kabupaten), juga menitikberatkan keamanan dan lalu lintas. Untuk lalu lintas, Polresta sudah mendirikan posko yang bertujuan membantu kelancaran masyarakat selama berkendara untuk mudik ke kampung halamannya.

KBO Satlantas Polresta Pasuruan Iptu Yudi Prasetyo menyebut, satlantas sudah menyiapkan dua pos pengamanan selama Lebaran di Alun-alun Kota Pasuruan dan di Ngopak, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Selain itu, satlantas juga mendirikan pos pelayanan bagi pemudik yang ingin beristirahat di Masjid Al Kautsar Kota Pasuruan.

Di setiap pos ini masing-masing dijaga 10 personel. Di luar itu, pihaknya juga menerjukan tim patroli sebanyak 10 personel yang bertugas untuk memantau arus lalu lintas selama arus mudik.

Di samping lalu lintas, Polresta Pasuruan kini mulai mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Baik dalam masa menjelang Lebaran, arus mudik, hingga arus balik nanti. Pemudik juga diminta waspada serta menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso. Ia menegaskan, pihaknya telah menyebar petugas yang tergabung dalam Tim Resmob Suropati. Tujuannya, agar masyarakat ataupun pemudik merasa lebih aman.

Diakuinya, sejauh ini tindak kejahatan jalanan memang masih menghantui masyarakat. Karena itu, Slamet meminta masyarakat selalu waspada. “Kami akan berupaya maksimal untuk menjamin keamanan masyarakat. Di samping itu, masyarakat juga mesti menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” katanya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat semakin berhati-hati kala bepergian. Terutama agar tak mengenakan aksesori yang mencolok karena berpotensi mengundang perhatian para pelaku kejahatan.

“Sebisa mungkin ketika bepergian pakai aksesori yang tidak berlebihan. Dan, membawa uang seperlunya. Meskipun kami juga akan menyebar anggota untuk melakukan patroli di titik rawan,” ungkap dia.

Di wilayah Polres Pasuruan Kota, lanjut Slamet, ada beberapa titik rawan kejahatan jalanan yang telah dipetakan. Terutama di wilayah perbatasan. Seperti perbatasan Kota Pasuruan dengan Kraton, perbatasan Kota Pasuruan dengan Rejoso dan perbatasan Nguling dengan Tongas. “Petugas yang melakukan patroli nanti terdiri atas dua lapis. Ada yang terbuka dan tertutup,” ujarnya. (one/riz/sid/rpd/fun)