Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Bila Diperlukan di Titik-Titik Ini saat Lebaran

ARUS mudik yang diperkirakan mulai berlangsung H-6 Lebaran. Volume kendaraan akan mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran. Meski semuanya sudah disiapkan, bukan berarti kepolisian tak memiliki rencana alternatif. Misalnya melakukan rekayasa lalu lintas bila diperlukan.

PERLU ANTISIPASI: Akses masuk dan keluar Taman Dayu yang juga sering padat akan kendaraan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Hal itu diungkapkan Kabagops Polres Pasuruan Kompol Subadar. Dia menguraikan, rekayasa lalu lintas tengah disiapkan jika hal itu terjadi. Seperti kendaraan yang melaju dari arah Surabaya atau Pandaan hendak ke Malang. Maka, kendaraan tersebut akan melewati jalur di pintu keluar tol Pandaan untuk memutar dan selanjutnya mengarah ke Malang.

Sementara untuk kendaraan dari exit tol yang hendak ke Prigen, maka tidak akan melaju lurus. Melainkan diarahkan untuk memutar di depan pintu masuk Taman Dayu. “Antisipasi lainnya dengan penyesuaian traffic light, sesuai kepadatan kendaraan. Serta diskresi atau penyiagaan petugas untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” urainya.

Jalur rentan kemacetan terkahir berada di simpang tiga purwosari. Jika terjadi kemacetan di jalur setempat, maka kendaraan yang dari Surabaya, akan dialihkan untuk melewati Saygon Waterpark untuk kemudian keluar di Bakalan, Kecamatan Purwosari. Selanjutnya, akan mengikuti jalur ke arah Malang.

“Jika masih terjadi kemacetan di titik-titik rawan itu, maka jalan terakhirnya kami mengarahkan untuk lewat jalan tol,” pungkas perwira yang berdomisili di Gajahbendo, Kecamatan Beji ini.

Satlantas memastikan bakal melakukan rekayasa lalin jika diperlukan. Rekayasa ini bergantung pada kondisi arus lalin dan kemacetan yang terjadi. Karena itu, pemfungsiannya pun dilakukan sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu.

KBO Satlantas Polresta Pasuruan Iptu Yudi Prasetya juga mengaku, pihaknya sudah menyiapkan kemungkinan adanya rekayasa lalin saat mengantisipasi kemacetan selama arus mudik nantinya. Namun, teknisnya disesuaikan dengan titik dan lokasi kemacetan.

Menurutnya, jika kemacetan terjadi di wilayah Ngopak, Kecamatan Rejoso, pihaknya bakal melakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang traffic cone di simpang tiga Ngopak depan Pasar Ngopak. Sehingga, pengendara yang hendak ke selatan harus memutar dahulu lewat putar balik di sisi timur.

“Namun, hal ini bergantung pada kondisi di lapangan. Makanya kami memiliki tim patroli yang bakal melaporkan dan melakukan rekayasa sesuai kebutuhan,” terangnya.

Di Kota Probolinggo, kemacetan justru bisa terjadi di tengah kota. Polresta Probolinggo bahkan menyiapkan rekayasa lalin di dua titik yang dilakukan. Pertama yakni di Jalan Panglima Soedirman (Pangsud) dan di Jalan dr Soetomo diberlakukan sistem buka tutup.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal menerangkan, bahwa untuk di Jalan Pangsud dilakukan pembatasan dengan road barrier. Paling tidak pengaturan parkir kendaraan roda dua dan juga penataan roda empat dapat memperkecil tingkat kemacetan yang ada.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya yakni diberlakukannya sistem buka tutup di Jalan dr Soetomo. Pasalnya jalan tersebut merupakan jalan yang rawan macet. Mengingat lokasi pusat niaga, dimana jelang Lebaran, banyak warga berbondong ke pusat pertokoan untuk membeli barang kebutuhan Lebaran. Misal pakaian, kue, dan juga perabotan lainnya.

Mulai Jumat (24/5) lalu, anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota memberlakukan sistem buka-tutup. Jadi, jika kondisi jalan penuh, maka untuk sementara jalan tersebut ditutup. Sehingga, tidak ada kendaraan yang bisa masuk. “Di sana kami siagakan petugas. Begitu juga di depan Pasar Gotong Royong (Jl Brigen Katamso),” bebernya.

Tujuannya, yakni untuk meredam kepadatan arus lalu lintas yang membuat kemacetan. Sehingga dengan dilakukannya sistem buka tutup tersebut, paling tidak kepadatan arus lalin yang ada bisa diatur. (one/riz/sid/rpd/fun)