Polisi Bakal Tilang Kendaraan Berat yang Tetap Melintas selama Arus Mudik-Balik

SELAMA arus mudik dan balik, kepolisian maupun Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan surat edaran. Salah satunya mengatur larangan kendaraan berat melintas di jalur nasional maupun di jalan bebas hambatan.

Seperti yang diungkapkan Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar. Operasional kendaraan barang selama masa mudik dan arus balik Lebaran dibatasi. Pembatasan itu diberlakukan untuk kelancaran, keamanan, dan kenyamanan para pemudik di jalan raya.

Kasat menyampaikan, pemberlakukan pembatasan operasional kendaraan barang diberlakukan 30 Mei hingga 2 Juni 2019. Serta, tanggal 8 Juni hingga 10 Juni 2019. Pembatasan operasional kendaraan barang itu, diberlakukan untuk jenis kendaraan dengan sumbu tiga atau tiga baris roda atau lebih.

“Larangan melintas itu, diberlakukan untuk kendaraan barang pengangkut barang tambang seperti batu, pasir, tanah, ataupun bahan bangunan,” jelas Eko –sapaannya-.

Meski begitu, tidak semuanya kendaraan barang dilarang untuk melintas. Karena ada beberapa kebijakan Kemenhub yang memperkenankan kendaraan barang melintas di jalan raya.

Seperti kendaraan pengangkut BBM, sembako, pengkutan uang, ataupun pengangkut makanan dan minuman, hingga barang-barang ekspor. Aturan tersebut, tidak hanya di jalur-jalur tol. Tetapi, juga diberlakukan untuk jalan nasional. “Kami tengah melakukan sosialisasi atas kebijakan tersebut agar dipatuhi,” urainya.

Bila masih ada yang nekat, kata Eko, penindakan akan dilakukan. Yakni, akan diberlakukan penilangan bagi pelanggar.

Hal serupa juga diberlakukan Satlantas Polresta Pasuruan. Satlantas memastikan ada pembatasan bagi kendaraan barang untuk masuk Kota Pasuruan selama arus mudik. Ini, sengaja dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas.

“Pembatasan ini berlaku selama 24 jam di tanggal tersebut. Sementara, tanggal 3 Juni sampai 7 Juni, mobil barang sumbu tiga ke atas diperbolehkan melintas seperti biasa,” ungkap KBO Satlantas Polresta Pasuruan Iptu Yudi Prasetyo.

Sementara itu, Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII memastikan pengerjaan jalan dihentikan H-7 Lebaran. Kondisi ini agar tidak mengganggu arus lalin. Sehingga, menimbulkan kemacetan, namun BBPJN tetap stand by jika ada ruas jalan perlu diperbaiki.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan pihaknya memiliki komitmen ruas jalan nasional zero lubang agar tidak membahayakan. Karena itu, Balai rutin melakukan perbaikan.

Di Probolinggo, Polres dan Polresta juga memastikan angkutan barang tidak diperbolehkan lewat jalan nasional. Hal itu diungkapkan Ugas Irwanto, kepala Bakesbangpol setempat yang ditunjuk sebagai koordinator Pam Lebaran. “Itu, berlaku sampai 2 Juni pukul 24.00,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kepolisian berharap, dengan adanya edaran tentang larangan kendaran berat melintas selama arus mudik-balik, semua pihak yang terlibat diharapkan menaati. Sehingga, dengan kerja sama yang baik, akan tercipta pengondisian yang baik pula. (sid/rpd/riz/tom/one/fun)