Pemuda Lintas Agama di Probolinggo Sepakat Wujudkan Kota yang Damai

SEPAKAT DAMAI: Wali Kota Hadi Zainal Abidin juga menandatangani banner sebagai kesepakatan untuk mewujudkan Kota Probolinggo damai pasca Pemilu. (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Maraknya perpecahan pasca Pemilu 2019 mendapat sorotan dari pemuda di Kota Probolinggo. Sejumlah kelompok pemuda lintas agama bersama Jaringan Gusdurian pun menggelar aksi damai, Kamis (30/5) malam.

Aksi digelar di depan kantor Pemkot Probolinggo dengan tajuk “Merajut Perdamaian dalam Bingkai Kebhinnekaan.” Menurut Lukman Efendi, salah satu penggerak Jaringan Gusdurian, aksi ini sebagai wujud keprihatinan perpecahan karena perbedaan pandangan politik.

“Melihat aksi tanggal 22 Mei, kita dibenturkan oleh kontestasi politik yang ujung-ujungnya tidak mendapat apa-apa,” ujarnya.

Menurutnya, pemuda Probolinggo semuanya sepakat untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang damai. “Pesan dari Gus Dur, yang lebih penting daripada politik adalah kemanusiaan,” tambahnya.

Lukman menjelaskan bahwa selama ini kegiatan seperti ini digagas oleh pihak lain seperti Kapolresta. Namun, kali semua kelompok pemuda lintas agama sepakat untuk menunjukkan sikap agar tidak ada lagi perpecahan pasca Pemilu 2019.

“Yang terlibat di sini seperti GMNI, Pemuda Tridharma, GKJW, GPIB, PMII, LPNU, LPPNU, dan jaringan Gusdurian. Kami sepakat Kota Probolinggo tetap damai,” tegasnya.

Selain orasi. Kelompok pemuda ini juga menandatangani sebuah banner dalam aksi itu. Penandatanganan itu sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjaga kota Probolinggo tetap damai dan kondusif. Serta, tidak terpecah belah dengan isu-isu politik.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota HM. Soufis Subri pun hadir dalam acara itu. Juga Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Ketiganya pun ikut menandatangani banner.

Wali Kota Hadi melihat, situasi Kota Probolinggo damai. Tidak terpengaruh gimick dan hoaks di media sosial.

“Alhamdulillah, masyarakat dan pemudanya tidak terpengaruh dengan gimick dan hoaks di media sosial. Ke depan jangan ada gesekan atau adu domba. Mari jaga persatuan,” ujarnya.

Sementara Kapolres AKBP Alfian mengapresiasi deklarasi damai oleh kelompok pemuda lintas agama, OKP, dan jaringan Gus Durian. “Terima kasih atas deklarasi Indonesia Damai. Mudah-mudahan Indonesia tetap damai,” ujarnya. (put/hn)