Nama Dicemarkan di Medsos, HMI Probolinggo Lapor Polisi

MAYANGAN – Merasa organisasinya dicemarkan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Probolinggo melaporkan sebuah akun Facebook (FB) ke Polresta Probolinggo. Akun dengan nama Hubbulwatonminaliman itu dilaporkan Jumat (31/5) pagi karena diduga menghina HMI.

Ketua HMI Cabang Probolinggo Abu Hanifah mengatakan, Hubbulwatonminaliman mem-posting kalimat yang diduga mengina HMI. Dalam posting-annya, akun itu menyebut HMI ialah Himpunan Manusia Iblis.

Karena itu, saat melapor, HMI juga membawa barang bukti secarik kertas. Isinya, posting-an status yang diduga berisi hinaan pada HMI.

“Kalimat yang di-posting sangat melecehkan organisasi kami. Apalagi sampai di-posting di FB,” kata Abu Hanifah didampingi belasan mahasiswa anggota HMI cabang Probolinggo.

Dilanjutkan Abu, setelah melapor ke polisi, pihaknya akan berkoodinasi dengan keluarga besar HMI dan KAHMI di semua tingkatan untuk menyikapi masalah ini. “Kami juga akan berkoordinasi dengan pengurus HMI Pusat. Karena pelecehan tersebut sangat melukai keluarga besar HMI dan seluruh elemen HMI,” tambah Abu.

Menurut pantauan media ini, akun FB Hubbulwatonminaliman dalam posting-annya menulis status dengan bahasa Madura. “Etemmoh mon setiyah profokatornya demo abal-abal. Alias mentaah bantuan raskin. Ajiyeg orang Pohsangit tetanggena Rachul Khanaa. Pola tak terro atellasa yeh. Ambulah bubar (HMI) jiah. Artenah HIMPUNAN MANUSIA IBLIS.”

Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya kira-kita seperti ini. “Ketahuan sekarang provokatornya demo abal-abal. Alias minta bantuan raskin. Dia orang Pohsangit tetangga dari Rachul Khanaa. Mungkin tidak ingin berlebaran ya. Berhenti, bubar HMI itu. Artinya HIMPUNAN MANUSIA IBLIS.”

Atas laporannya tersebut, Abu meminta kepada kepolisian untuk segera mengusut pelecehan terhadap HMI. Namun, dia membantah posting-an itu buntut dari aksi sebelumnya di Kota Probolinggo.

“Pernyataan ini sebetulnya tidak ada sangkut pautnya dengan aksi kemarin. Kalimat ini murni pelecehan terhadap organisasi kami,” tambahnya.

Hanif menegaskan, posting-an akun FB tersebut telah melanggar UU ITE. Oleh sebab itu, ia berharap pemilik akun diproses sesuai dengan hukum yang ada.

“Jadi, setelah kami melacaknya, akun diubah namanya dengan nama Santri Handal. Namun, foto dan lainnya masih orang yang sama,” tegasnya.

Kasatreskrim Polresta AKP Nanang Fendy Dwi Susanto menegaskan, laporan tersebut telah diterima. Dan, pada saat ini masih digelar perkara. Dari gelar perkara tersebut akan diketahui, apakah ada unsur yang melanggar atau tidak.

“Jadi, kami masih periksa. Selanjutnya, jika memang terpenuhi, maka kami akan panggil kembali untuk dijadikan saksi. Baik dari pihak pelapor dan terlapor,” pungkasnya. (rpd/hn)