Ini Titik Kemacetan yang Rawan Terjadi di Probolinggo saat Lebaran

BERALIH ke Kabupaten Probolinggo. Untuk pertama kali di momen arus mudik Lebaran kali ini, di Kabupaten Probolinggo juga sudah memiliki tol yang telah operasional. Tol itu diyakini akan mengurai kemacetan yang biasanya kerap terjadi di jalur konvensional.

BARU: Exit tol Paspro di Leces yang diprediksi juga akan terjadi kemacetan. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Antisipasi juga telah dilakukan Polres Probolinggo. Sedikitnya empat Pos Pengamanan untuk antisipasi kemacetan didirikan. Empat pos tersebut berada di empat tempat yang berbeda. Yaitu, ada di Kecamatan Leces, Kecamatan Gending, Kecamatan Kraksaan, dan Kecamatan Paiton.

AKP Ega Prayudi, kasat Lantas Polres Probolinggo mengatakan, pihaknya telah memetakan daerah rawan macet untuk tahun ini. Untuk daerah rawan macet ada dua tempat yang diantisipasi oleh pihak kepolisian. Yaitu, Exit Tol Leces dan di depan Pasar Dringu.

“Untuk saat ini rawan macet ada di beberapa kecamatan. Seperti Gending dan Paiton yang ada pekerjaan jalan. Tetapi, pada saat arus mudik, Insyaallah sudah tidak ada karena sudah selesai,” ujarnya setelah giat apel gelar pasukan.

Meskipun demikian, menurutnya, kondisi tersebut masih dilakukan pengawasan. Selain itu, juga pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang rambu. Pasalnya, meskipun telah selesai, masih ada beberapa faktor yang nantinya bisa menyebabkan kemacetan.

“Tetap kami waspadai. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memasang rambu-rambu,” ujarnya.

Nah, Ega pun memprediksi saat arus mudik kali ini, exit tol Leces menjadi titik beratnya. Diperkirakan, akan banyak kendaraan yang keluar dari tol tersebut. Sehingga pihaknya akan menerjunkan pasukan guna mengamankan jalur agar tidak ada kemacetan.

“Kami terjunkan anggota untuk berjaga-jaga. Jika terjadi kemacetan agar segera mengambil tindakan untuk mengatur arus lalin biar segera lancar,” katanya.

Pihaknya juga membentuk satgas quick response. Yaitu, tim khusus untuk menangani laka lantas. Dengan adanya tim tersebut, jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, maka tim tersebut akan bergerak cepat dan langsung turun ke lapangan.

“Tim ini terdiri atas polisi dan medis. Polisi yang akan mengatur lalu lintasnya dan medis yang akan menangani korban. Tetapi, semoga tidak terjadi hal-hal yang demikian,” ungkapnya.

Di Kota Probolinggo, titik kemacetan juga tidak berubah dari tahun sebelumnya. Kapolres Probolinggo Kota AKBP AlfianNurrizal pada saat dijumpai media ini, Selasa (28/5) sore menerangkan, titik rawan macet di Kota Probolinggo terdapat di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di depan Pasar Baru. Selain itu, juga di Jl Dr Soetomo, mengingat di sana terdapat berbagai pusat perbelanjaan.

“Untuk di Pasar Baru sebetulnya sudah mulai teratasi. Sebab, dilakukan rekayasa lalin. Sehingga, paling tidak yang mulanya macet, kini mulai padat merayap. Itu pun hanya di jam tertentu saja dan cepat diatasi mengingat ada petugas jaga,” terang Alfian Nurrizal.

Selain itu, mengenai darah rawan laka di Kota Probolinggo, terdapat di sepanjang jalur Pantura, seperti masuk Jalan Raya Tongas, Jalur Lingkar Selatan (JLS), dan Jalur Lingkar Utara (JLU). “Kami antisipasi dengan adanya Pos Pam. Selain itu juga kami lakukan patroli. Dengan demikian, jika ada laka, maka dapat segera tertangani. (one/riz/sid/rpd/fun)