Ramadan, Jumlah Wisatawan di Pasuruan Menurun

WINONGAN – Ramadan 1440 Hijriah, turut berpengaruh terhadap kunjungan wisata di Kabupaten Pasuruan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mencatat, selama Ramadah jumlah pengunjung wisata alam menurun.

Kabid Destinasi Wisata Disparbud Kabupaten Pasuruan Endang Pudjiati mengatakan, trennya setiap Ramadan ada penurunan kunjungan wisata alam. Seperti, ke wisata Pemandian Alam Banyu Biru. “Masyarakat ada kecenderungan menahan diri untuk berenang. Sehingga, memilih tidak berwisata ke Pemandian Alam Banyu Biru,” ujarnya.

Penurunan jumlah pengunjung ini juga berdampak pada perolehan retribusi tiket masuk. Di Pemandian Alam Banyu Biru, selama Mei sampai 26 Mei, tercatat mendapatkan retribusi Rp 15,17 juta. Jumlah ini turun hingga separo dibanding bulan-bulan sebelumnya yang mencapai Rp 25-38 juta per bulan.

Di Ranu Grati, jumlah pengunjung juga menurun signifikan. Pada April lalu retribusi tiket mencapai Rp 3,175 juta. Namun, pada Mei sampai 26 Mei, hanya mendapatkan Rp 1,185 juta.

“Di Danau Ranu Grati, juga ada penurunan. Biasanya masyarakat cenderung menahan bepergian, termasuk berwisata saat Ramadan. Namun, kunjungan ini kebanyakan dari hobi pemancing yang memilih ngabuburit menjelang berbuka,” ujarnya.

Berbeda dengan pos masuk Tosari ke arah Gunung Bromo. Kunjungan hanya menurun sedikit. Jika pada April perolehan retribusi mencapai Rp 14,305 juta, bulan ini hanya Rp 11,775 juta. Tiket ke Tosari ini terdongkrak saat ada peringatan Waisak pada 19 Mei.

“Pada Waisak kemarin, ada kunjungan dari Bali yang memperingati di Bromo. Sehingga, cukup mendongkrak kunjungan ke Bromo lewat Tosari,” ujarnya. Namun, Disparbud tetap optimistis penerimaan wisata akan terdongkrak pada libur Lebaran dan libur sementer sekolah pada Juni. (eka/rud)