Masih Temukan Dua Orang Dengan Gangguan Jiwa yang Hidup Terpasung

TAK BEBAS: Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pasuruan yang dipasung. Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mencatat, sejauh ini hanya tersisa dua ODGJ yang masih dipasung lantaran permintaan keluarganya. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Belum sepenuhnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pasuruan hidup bebas tanpa pasung. Karena kenyataannya, masih ada di antara mereka yang hidup dengan keterbatasan lantaran terpasung.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pasuruan, Agus Eko Iswahyudi menyampaikan, ada setidaknya 84 ODGJ yang sebelumnya hidup terpasung. Dari semua itu, pelan-pelan ada yang akhirnya dibebaskan lantaran kondisinya yang sudah membaik.

“Bahkan ada yang sembuh total dan telah diterima masyarakat. Sekarang sudah mendapatkan pelatihan merias di RSJ Lawang,” kata Agus.

Menurut Agus, hampir semua ODGJ yang terpasung sudah bebas. Tinggal menyisakan dua orang yang kini masih hidup terpasung. Mereka terpasung, lantaran pihak keluarga yang menginginkan. Alasannya, untuk menghindari amarah, yang memicu gangguan di masyarakat.

“Sebelumnya tinggal menyisakan satu. Tapi, ada lagi satu yang kambuh, sehingga terpaksa kembali dipasung. Saat ini, ada dua orang yang terpasung,” sampainya.

Ia menambahkan, Dinkes berusaha untuk memulihkan kondisi mereka yang terpasung. Pengobatan demi pengobatan dilakukan. Agar kondisi mereka bisa stabil.

“Kami berusaha untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga agar mereka dibebaskan dari pasung. Tapi, masih ada penolakan. Kami pun, rutin melakukan pengobatan injeksi, agar menjaga kondisi mereka tetap stabil,” imbuhnya.

Pihaknya menargetkan, agar bebas pasung di Kabupaten Pasuruan bisa terwujud. Setidaknya tahun ini, bebas pasung itu bisa terwujud. (one/fun)