Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin, Berdakwah lewat Kesenian

AJAK CINTA SALAWAT: Ratusan jamaah menghadiri majelis salawat yang menampilkan Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin. (Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin For Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin berdiri sejak empat tahun lalu. Majelis yang berpusat di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, ini terus eksis dan berdakwah melalui jalan kesenian.

—————

Banyaknya muda-mudi yang terlibat dalam perbuatan negatif membuat prihatin sejumlah warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan. Apalagi, semakin lama, ulah sejumlah pemuda makin jauh dari nilai-nilai agama. Salah satunya dengan menenggak minuman keras.

Mendapati itu, sejumlah warga bermusyawarah dengan Ustad Fadhol Haq. Hasilnya, mereka mendorong Ustad Fadhol mendirikan sebuah majelis yang sekiranya mampu menarik perhatian para pemuda. Akhirnya, berdirilah Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin.

Melalui majelis salawat ini, Ustad Fadhol berusaha mengajak para pemuda untuk terlibat di dalamnya. Hingga akhirnya mereka banyak yang tertarik dan masuk bagian dari personel majelis. Banyak di antaranya mereka yang dipercaya sebagai penabuh rebana.

“Alhamdulillah, pemuda-pemuda di sini sudah suka kegiatan salawat daripada kegiatan-kegiatan tidak bermanfaat, apalagi mabuk-mabukan,” kata Pendiri Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin Ustad Fadhol Haq.

Bagi Ustad Fadhol, bukan barang baru berkiprah dalam kesenian rebana. Bahkan, sudah puluhan tahun pihaknya mempunyai grup hadrah. Namun, untuk Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin, baru terbentuk sejak sekitar empat tahun lalu. “Dulu hanya perkumpulan hadrah salawat. Sejak tahun 2016 terbentuk Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin,” ujarnya.

Sejauh ini, personel Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin ada senior dan junior. Total ada 20 orang yang tergabung. Sebagian besar mereka merupakan pemuda. “Ada lima personel yang kuliah dan sekitar 5 personel lagi masih sekolah. Sebagian mereka sudah lulus sekolah,” ujarnya.

Keberadaan majelis ini mendapat sambutan hangat dari warga. Setiap tampil jamaahnya mencapai ratusan. Selain mempunyai kegiatan rutin bulanan, majelis ini juga sering “manggung” karena ada permintaan atau undangan dari warga. “Permintaan dari masyarakat malah Majelis Ta’lim Wal Maulid Al Muttaqin tampil setiap seminggu sekali. Tapi, nanti masih akan kami bahas,” ujarnya.

Ustad Fadhol mengaku, membebaskan para pemuda yang tergabung dalam majelisnya untuk berkreasi dalam bersalawat. Karenanya, tak jarang majelisnya juga membuat lagu sendiri. Itu, dilakukan supaya bisa menarik perhatian para pemuda sehingga tak enggan untuk ikut bersalawat.

“Kami biarkan para pemuda berkreasi dalam bidang seni salawat. Tentunya, tetap dalam pengawasan supaya tidak melenceng atau keluar jalur,” ujarnya. (mas/rud)