Penerimaan Pajak Reklame Pemkab Pasuruan Minim di Kwartal Pertama

BANGIL –Penerimaan Pajak Reklame di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan masih minim sepanjang kuartal pertama. Dari target setahun yang ditetapkan Rp 4,5 miliar, masih tercapai Rp 845 juta atau 18 persennya.

Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan di BKD Kabupaten Pasuruan mengatakan, seharusnya pajak reklame tercapai minimal 33 persen. Namun, kenyataannya baru tercapai 18 persen.

“Sampai kuartal pertama ini penerimaan pajak reklame masih minim. Karena itu, akan kami evaluasi apa penyebabnya,” terangnya.

BKD menurutnya, akan melakukan evaluasi sampai semester pertama. Jika masih sedikit atau ada kenaikan, target pajak reklame ini akan dievaluasi lagi pada Perubahan APBD.

Syafi’i sendiri mencatat, minimnya pajak reklame selama kuartal pertama disebabkan karena ada perubahan cara beriklan. Jika awalnya beriklan di luar ruang, kini  beriklan di internet. Maraknya, media sosial menurutnya membuat tak sedikit event atau produk diiklankan via internet.

“Kemungkinan ada perubahan perilaku penggunaan teknologi. Sehingga, pengiklan ada yang beralih ke internet,” terangnya.

Meski demikian, dia yakin pemasangan reklame di jalan atau offline masih moncer. Sehingga, BKD Kabupaten Pasuruan akan terus mempromosikan tempat-tempat strategis beriklan di Kabupaten Pasuruan.

Misalnya di Pertigaan Apollo, jalur dari Gempol sampai Purwodadi, Cheng Hoo Pandaan, atau Pegadaian Bangil dan jalur ke Probolinggo. Dengan masih banyaknya kendaraan yang lewat di jalur barat dan Timur, dipastikan pemasangan reklame masih berpotensi bertambah sampai tutup tahun nanti.

“Utamanya di produk, jasa, ataupun kegiatan. Kami akan kembali promosikan ke biro jasa iklan,” terangnya. (eka/hn)