Nyambi Buat Petasan, Petani asal Linggo Kejayan Dibekuk

KEJAYAN–Momen menjelang Lebaran dimanfaatkan Husen, 45, petani asal Desa Linggo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, untuk menambah penghasilan dengan memproduksi petasan. Namun, bukannya keuntungan yang ia dapat. Yang ada, ia malah harus berurusan dengan polisi.

“Kami lakukan penyelidikan mendalam karena maraknya peredaran petasan di wilayah kami selama bulan puasa ini,” kata Kapolsek Kejayan AKP Sumaryanto.

Ia menguraikan, perbuatan Husen terbilang berbahaya. Selain membahayakan masyarakat yang menggunakan, juga membahayakan pelaku sendiri. Pasalnya, produksi petasan ini dilakukan di rumahnya.

Menurut Sumaryanto, Husen digerebek di rumahnya di Dusun Menyeng, Rabu (15/5) sekitar pukul 22.00. Selain menangkap pelaku, polisi juga menggeledah rumah Husen.

Dari penggeledahan itu, polisi menemukan sejumlah petasan siap edar yang dikemas dalam bungkus kresek. Di antaranya, tiga buah rangkaian petasan. Masing-masing sepanjang 7 meter dan 5 meter. Kemudian, 792 selongsong petasan berukuran kecil.

“Di rumah pelaku, kami juga mengamankan beberapa benda yang dijadikan alat untuk membuat petasan,” ujarnya. Seperti gunting, dua buah obeng, delapan buah bambu, dua buah lem kertas, serta lembaran kertas bahan membuat petasan. Karena itu, Husen lantas digelandang ke Mapolsek Kejayan untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Husen kini dijadikan tersangka dan ditahan di sel mapolsek. Ia dijerat dengan pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12/1951 tentang Bahan Peledak atau Bunga Api. (tom/rf)