Mantan Kadispendik-Cawawali Probolinggo Tutup Usia

PROBOLINGGO- Kabar duka datang dari keluarga Maksum Subani. Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) dan mantan calon wakil wali kota (cawawali) Probolinggo itu tutup usia, Rabu (29/5), pukul 05.30 di Rumah Sakit Dharma Husada Kota Probolinggo.

Maksum meninggal di usia 64 tahun karena sakit diabetes basah yang dideritanya selama ini kambuh. Dia meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.

Maksum sendiri selama ini tinggal di Jalan Mastrip Gang Manggis, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Namun, begitu meninggal, jenazahnya dibawa ke kota kelahirannya Kediri untuk dimakamkan.

Ismi Maria Suryani, 32, anaknya mengatakan, sebelum meninggal, almarhum dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan pada  Selasa (28/5) sore masih berjalan dan membeli pulsa. “Menurut tetangga bapak masih ke musala dan sempat beli pulsa,” terangnya.

Namun, sekitar pukul 21.30, almarhum merasakan kesakitan di tubuhnya. Ismi menduga, penyakit banyak kambuh saat itu.

Sehingga, pihak keluarga langsung membawanya ke RS Dharma Husada Kota Probolinggo, pukul 22.00. “Bapak sakit diabetes basah,” singkat Ismi saat dijumpai di rumah duka kemarin.

Namun, esok paginya, kondisi kesehatan Maksum memburuk. Dan Rabu pukul 05.30, Maksum meninggal dunia.

Saat itu pula, pihak keluarga langsung menghubungi kerabatnya. Baik yang berada di Surabaya, maupun di Kediri. Hasil rembuk keluarga, pria kelahiran 12 Juni 1955  itu dimakamkan di tanah kelahirannya yakni di Kota Kediri.

Jenaza almarhum pun dibawa ke rumah duka pukul 08.30. Almarhum dimandikan dan disalatkan di musala Nur Syamsi di samping rumahnya. Kemudian dengan menggunkan ambulans, jenazah dibawa untuk dimakamkan di Kota Kediri.

“Bapak meninggal di usia 64 tahun. Banyak yang tak menyangka. Sebab satu hingga dua hari sebelumnya masih baik-baik saja,” beber Ismi. (rpd/hn)