Dendam Gara-gara Sandal Tertukar, Warga Wonomerto Dibacok Kerabat  

WONOMERTO-Hanya gara-gara masalah sepele; sandal tertukar saat salat tarawih, kedua warga yang masih kerabat ini tak bertegur sapa. Sampai tiga tahun. Nah, Kamis (30/5) siang, permusuhan keduanya pecah.

Itu setelah seorang diantaranya melakukan aksi pembacokan. Akibat tragedi itu, yang dibacok harus mendapat perawatan intensif di RSUD dr Moh Saleh. Sementara yang membacok, akhirnya harus meringkuk di sel tahanan usai berhasil ditangkap.

Kedua warga itu adalah Slamet, 40 (korban dibacok) dan Mat Saleh, 45 (pelaku pembacokan). Keduanya masih kerabat. Istri keduanya bersaudara. Mereka juga masih hidup bertetangga di Dusun Pelan, Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Aksi pembacokan itu sendiri terjadi sekitar pukul 13.00. Sambang Mahgandi, 32 salah satu kerabat koban menjelaskan, aksi bacokan itu sejatinya merupakan buntut dari pertengkaran tiga tahun lalu, gara-gara sandal tertukar.

Insiden sandal tertukar sendiri juga terjadi saat Ramadan 3 tahun lalu. “Jadi, mereka itu masih bersaudara luai (kedua istrinya kaka adik). Bahkan rumahnya bersebelahan. Hanya di sekat satu rumah saja,” bebernya.

Sejak insiden sandal tertukar itu, keduanya tak pernah saling bertegur sapa. Nah, Kamis itu Slamet diminta bantuan memotong pohon milik kerabatnya.

Jaraknya sekitar 100 meter dari rumahnya. Sementara pada waktu bersamaan juga ada Mat Saleh yang juga mencari kayu. Diduga salah paham, Mat Saleh langsung membacok Slamet.

Usai melakukan pembacokan, Mat Saleh langsung melarikan diri. Sementara Slamet yang mengalami luka bacok di wajah, punggung dan tangan langsung dilarikan ke IGD RSUD Moh Saleh. “Memang dari lama sudah tidak saling sapa. Nah, pada saat itu kabarnya tampar Slamet mengenai Mat Saleh,” beber Sambang.

Slamet saat ditemui di RSUD dr Moh Saleh mengaku, ia diminta membantu menebang pohon. Usai menebang pohon, ia hendak beresi tampar.

Pada waktu yang besamaan, di depanya ada Mat Saleh yang sedang mencari kayu. Kawatir tamparnya mengenai Mat Saleh, maka tampar tersebut diayunkan melintasi kepala Mat Saleh yang sedang duduk.

Rupanya aksi Slamet itu membuat Mat Saleh tak terima. Mat Saleh langsung berdiri dan membacok Slamet. “Saya tidak tahu berapa kali bacokan, sebab ketika dia berdiri dan langsung bacok, saya langsung tak sadar,” terangnya.

Kapolsek Wonomerto AKP Sugianto menjelaskan, usai membacok korban, pelaku Mat Saleh berupaya lari ke arah Lumbang. Namun, sekitar pukul 14.00, ia berhasil ditangkap di Lumbang.

“Jadi yang nangkap anggota Lumbang yang kebetulan ngepam. Selanjutnya, langsung kami koordinasikan dan tersangka kami bawa ke Polsek Wonomerto,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (rpd/mie)