Selama Bulan Ramadan, Polres-Polresta Pasuruan Sita Ribuan Miras-Amankan Pelaku Kejahatan

PANGGUNGREJO – Kepolisian di Pasuruan berhasil mengungkap pelaku tindak kriminal selama operasi pekat semeru yang dilaksanakan selama Ramadan. Tak hanya para pelakunya, kepolisian baik Polres Pasuruan maupun Polres Pasuruan Kota, juga menyita minuman keras yang jumlahnya mencapai ribuan.

DIMUSNAHKAN: Botol miras yang berhasil diamankan Polres Pasuruan, hendak dimusnahkan. (Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Jika dirinci, Polres Pasuruan Kota yang membawahi 11 wilayah hukum (4 kecamatan di kota), berhasil mengungkap puluhan pelaku kriminal. Total Polresta Pasuruan mengamankan 94 tersangka yang diperoleh dari ungkap 92 kasus.

Kapolresta Pasuruan, AKBP Agus Sudaryatno mengungkapkan dari operasi pekat ini dilaksanakan mulai 15 Mei sampai 26 Mei lalu. Ada beberapa tindak kriminal yang difokuskan selama operasi pekat ini yakni, terorisme, prostitusi, pornografi, miras, narkoba dan premanisme.

Ia merinci untuk tindak premanisme, Polresta berhasil mengungkap 24 kasus dengan 15 tersangka untuk target operasi (TO) dan non-TO ada 40 kasus dengan 45 tersangka. Lalu prostitusi sebanyak dua kasus dan dua tersangka sementara pornografi nihil. Kemudian, judi sebanyak lima kasus dan lima tersangka, handak dua kasus dan dua tersangka.

Selanjutnya, narkoba sebanyak tiga kasus dan tiga tersangka dengan barang bukti (BB) sebanyak 1,76 gram. Miras sebanyak empat kasus dan dua kasus untuk TO dan non-TO sebanyak 12 kasus dengan 25 tersangka dengan BB sebanyak 2.150 botol.

“Jadi total semua kegiatan, TO ada 41 kasus dan 30 tersangka sementara non TO 51 kasus dengan 64 tersangka,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pula, Polresta Pasuruan mengembalikan barang bukti (BB) hasil ungkap kasus pencurian. Yakni BB berupa Honda Vario nopol N 5571 WS yang dikembalikan pada pemilik Ani Wijayanti, 49, warga Dusun Suklan, Desa Pandanrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Motor miliknya hilang pada 21 April lalu. Saat itu motor miliknya ini dicuri di halaman rumahnya saat siang hari. Karena itu, pihaknya pun sangat berterima kasih pada Polresta Pasuruan yang telah membantu untuk menemukan motornya yang hilang.

“Saya berterima kasih pada Polresta Pasuruan dan segala pihak yang telah membantu menemukan motor saya. Terima kasih semuanya,” sebutnya.

Mantan Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan (Kalsel) ini mengimbau, agar masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban nasional (Kamtibnas) bersama. Ia lantas mencontohkan saat hendak mudik, masyarakat seyogyanya mengecek seluruh barang rumahnya seperti mencabut kompor gas.

“Kami dari kepolisian tidak bisa melakukannya tanpa bantuan dari masyarakat. kami menghimbau agar masyarakat mengunci rumahnya dengan baik karena kejahatan bisa terjadi kapanpun,”sebutnya.

Hal serupa juga dilakukan Polres Pasuruan. Selasa (28/5) polres pamer tangkapan selama operasi pekat Semeru 2019 berlangsung, setidaknya ribuan pelaku kejahatan diamankan.

Mereka terlibat berbagai kasus. Mulai dari premanisme, perjudian, miras, narkoba dan berbagai kasus lainnya. Para pelaku kejahatan tersebut diamankan. Tidak semuanya, karena sebagian di antaranya hanya diberi pembinaan. Sementara, beberapa lainnya diproses hingga penyidikan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo mengungkapkan, operasi pekat Semeru 2019 dilangsungkan selama 12 hari. Terhitung sejak 15 Mei hingga 26 Mei 2019. Dari giat operasi tersebut, setidaknya ada 3.061 kasus yang diungkap. Di mana, sebanyak 2.976 kasus diantaranya merupakan kasus premanisme.

“Sebanyak 2.969 kasus, dilakukan pembinaan. Sementara sisanya, lanjut ke penyidikan,” kata Rizal-sapaannya.

Bukan hanya kasus premanisme, petugas Polres Pasuruan juga mengamankan tiga kasus handak. Di mana, dari ketiga kasus itu, kepolisian mengamankan tiga orang pelaku. Mereka adalah Husen, 45, warga Desa Linggo, Kecamatan Kejayan; Salamun, 57, warga Ngembe, Kecamatan Beji dan Dulhari, 48, warga Tegalan, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Rembang.

“Dari ketiganya, kami mengamankan seribu lebih slongsong petasan, 250 petasan kecil, 3 buah petasan besar dan sejumlah barang bukti lainnya,” tukas mantan Kapolres Pasuruan Kota ini.

Kasus lainnya, adalah prostitusi sebanyak 18 kasus. Serta kasus perjudian sebanyak 10 kasus; penyalahgunaan narkoba sebanyak 15 kasus dan miras sebanyak 39 kasus. Dari ribuan kasus tersebut, sejumlah jenis barang bukti disita. Salah satunya, miras berbagai merek sebanyak lebih dari 900 botol yang dimusnahkan.

Dari banyaknya kasus itu pula, setidaknya ada 3.071 orang menjadi pelakunya. Namun, tidak semuanya pelaku dipenjara. Karena sebagian diantaranya, hanya diberi pembinaan. Menurut Kapolres, perang terhadap tindak kejahatan tidak hanya dilakukan saat operasi Semeru.

“Kami akan terus memerangi setiap tindak kejahatan, demi kondusifitas wilayah. Dengan tujuan, masyarakat merasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (riz/one/fun)