Ngebut di Tikungan, Motor Masuk Sungai, Pemotor Tewas

MARON – Nasib nahas menimpa Sugiono, 19, dan M Rifki, 15. Dua remaja asal Desa Sumber Duren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo tersebut, Selasa dini hari (27/5) mengalami kecelakaan tunggal. Motor yang mereka kendarai jatuh ke sungai di Desa Satreyan, Kecamatan Maron. Akibatnya, satu orang meninggal ditempat.

LUKA-LUKA: Korban M Rifki ketika dirawat di Puskesmas Condong. (Istimewa)

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.00. Sebelum kecelakaan, keduanya saat itu berboncengan menggunakan motor Suzuki GSX nopol L 5503 AU. Saat itu yang mengemudikan motor adalah Sugiono.

Keduanya melaju dari arah selatan menuju ke arah utara. Sesaat sebelum kejadian, Sugiono yang memegang kemudi melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak menyangka sesuatu hal bakal terjadi. Sehingga, ia tenang saja mengemudikan kendaraan berwarna hitam kombinasi hijau tersebut.

Apes saat keduanya memasuki tikungan di jembatan Desa Satrean. Diduga Sugiono kurang konsentrasi. Saat itu motor yang ia kemudikan, melaju dengan kencang. Akibatnya, motor lepas kendali. Sehingga mengakibatkan kendaraan turun ke bahu jalan sebelah selatan.

Setelah terjatuh, motor mereka tak berhenti. Justru kendaraan itu jatuh ke sungai yang ada di selatan jalan bersama dua orang pengendaranya. “Karena kecepatan tinggi dan pengemudinya hilang kendali keduanya langsung terjatuh ke sungai,” ujar Ipda Nyoman Harayasa, Kanit Laka Polres Probolinggo.

Pria yang akrab disapa Nyoman itu menerangkan, korban yang terjatuh langsung diselamatkan oleh warga dan pengendara yang melintas dijalan tersebut. Kebetulan sungai memang tak terlalu dalam.

Sayang, karena kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal. Yaitu Sugiono. Ia meninggal di TKP sebelum sempat diselamatkan. Kuat kemungkinan Sugiono tewas bukan karena tenggelam. Tetapi karena terbentur, sebelum akhirnya masuk ke sungai.

“Untuk yang meninggal kemudian dibawa ke RSUD Waluyo jati. Sedangkan Rifki, sempat dirawat di Puskesmas Condong dan saat ini sudah pulang. Ia mengalami luka di bagian pinggang,” ujarnya.

Selain mengakibatkan korban luka dan meninggal, juga mengakibatkan kerugian material yaitu sebesar Rp 300 ribu rupiah. (sid/fun)