Korban yang Meninggal di Insiden Bus Kuning Terguling Berstatus PNS Pemkot Pasuruan

BANGIL – Ada empat orang yang menjadi korban atas insiden tergulingnya bus kuning jurusan Pasuruan-Mojokerto. Satu diantaranya meninggal dunia. Sementara tiga lainnya luka-luka.

BANTU: Warga sekitar membantu proses evakuasi korban dan bus kuning usai kecelakaan. (Istimewa)

Keempat korban itu adalah Suprayogi, 27 asal Dusun Dadapan RT 1/ RW 1, Kecamatan Ngrogot, Kabupaten Nganjuk yang mengalami luka kaki kiri robek dan tangan kanan lecet. Selanjutnya ada Anggar Purwitasari Rahayu, 50, PNS asal Dusun Sumber Rejo RT 02/ RW 15 Desa Lumbang Rejo Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Ia mengalami luka kepala pusing, kaki kiri lecet.

Sementara satu korban lagi yakni Hj Susiana, 45, asal Candi Pari RT 7/ RW 3, Sidoarjo. Korban terakhir yang ditulis, meninggal dunia. Susiana dikenal sebagai PNS di Pemkot Pasuruan. Dia seharinya bekerja sebagai Kasubag Keuangan pada Dinas Kominfo Kota Pasuruan.

Kabar kecelakaan Susiana, tentu saja menjadi kabar duka bagi rekan-rekan kerjanya. Bahkan saat Radar Bromo menghubungi, banyak yang tak menyangka akan kepergian Susiana.

“Iya, memang benar. Kami juga mendapat informasi tersebut,” beberAgus Adi, salah satu kawan korban di Pemkot Pasuruan.

Sehari-harinya, Susiana memang kerap pulang dan pergi dari Sidoarjo-Pasuruan. Korban juga terbiasa mengendarai bus maupun kendaraan umum.

Informasinya, setelah kecelakaan, korban sudah dibawa ke rumah duka. Pagi ini (Rabu 29/5), jenazah akan dikembumikan, dan masih menunggu anaknya yang bekerja di Banten.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah bus kuning terguling seusai menabrak median jalan di Pandelegan, Desa Raci, Kecamatan Bangil. Imbasnya, seorang penumpang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka. (riz/fun)