Gudang Kapuk di Ngadimulyo Dilalap Api, Dua Pekerja Luka Bakar

AMUK SI JAGO MERAH: Petugas saat berupaya memadamkan api yang melalap gudang kapuk di Desa Ngadimulyo, Sukorejo, Rabu siang (29/5). Insert Nurul Hidayati saat dirawat di Puskesmas Sukorejo. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

Related Post

SUKOREJO–Si jago merah mengamuk di sebuah gudang kapuk Dusun Ngulaan, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu pagi (29/5). Selain melalap bangunan, api juga membuat dua pekerja mengalami luka bakar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.30. Seperti biasa, pagi itu di sejumlah pekerja tengah mengupas buah kapuk. Proses itu menggunakan mesin yang disebut molen dan digerakkan dengan mesin diesel.

“Saat proses pengupasan, tiba-tiba mesin diesel mengeluarkan percikan api. Saat itu, di sekelilingnya terdapat kapuk baru dikupas. Akhirnya api merembet hingga terjadilah kebakaran ini,” jelas Kanitreskrim Polsek Sukorejo Bripka Soni Julianto.

Pada saat terjadi awal kebakaran, terdapat dua orang pekerja. Yakni Mursiatu, 55 dan Nurul Hidayati, 45. Api yang membesar dengan cepat langsung menyambar dua warga itu.

Kedua ibu-ibu itu pun lantas segera dievakuasi ke IGD Puskesmas Sukorejo. Baik Mursiatu dan Nurul Hidayati pun sama-sama alami luka bakar.

Lokasi gudang kapuk yang terbakar sendiri berdekatan dengan permukiman penduduk. Namun, api tak sampai merambat ke rumah warga disekitarnya.

Api sendiri berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.40 siang. Itu setelah dua mobil damkar (pemadam kebakaran) datang ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Masing-masing satu unit dari Pemkab Pasuruan dan dari PT. H.M. Sampoerna.

“Penyebab kebakaran karena faktor teknis. Untuk barang yang ada didalam gudang, sebagian ikut terbakar dan kerugiannya ditaksir sekitar Rp 150 juta,” ungkapnya. (zal/mie)