Di-Sidak, Pastikan Takjil yang Dijual di Pasuruan Aman

BANGIL – Ramadan tak lepas dari yang namanya takjil. Tak heran, ketika Ramadan banyak pedagang takjil dadakan di tepi-tepi jalan. Termasuk di Kabupaten Pasuruan.

Hal ini pun menjadi perhatian Pemkab Pasuruan. Sebab, jangan sampai takjil yang dijual menggunakan bahan yang merugikan konsumen. “Untuk menjamin kelayakan makanan takjil itulah, kami menggelar sidak (inspeksi mendadak). Sidak dilakukan beberapa waktu lalu di sejumlah titik,” ujar Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto.

Gatot mengatakan, pengecekan takjil dilakukan di sejumlah titik. Selain di wilayah Kecamatan Pandaan juga dilakukan di wilayah Kecamatan Purwosari. Sidak ini dilakukan oleh tim gabungan dari Disperindag, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kodim, Satpol PP, dan Polres Pasuruan.

Sasarannya takjil yang diduga mengandung bahan berbahaya. Seperti borak, pewarna pakaian, dan lainnya. “Kami memberikan imbauan kepada penjual takjil untuk menyediakan makanan yang sehat dan higienis. Tanpa adanya bahan campuran bahan berbahaya. Bila menggunakan pewarna, harus menggunakan pewarna makanan,” ujarnya.

Gatot mengatakan, dari kegiatan itu, rata-rata pedagang menggunakan bahan makanan yang sesuai aturan. Artinya, tidak menggunakan bahan berbahaya sehingga diklaim aman untuk dikonsumsi.

“Karena dijual di tepi jalan, kami mengimbau agar lebih tertib. Serta ada penutup makanan agar tidak kotor dan diserbu lalat,” pesannya. (one/rud)