Vape Dikenai Cukai, Tapi Nilainya Masih di Bawah Rokok

PROBOLINGGO – Rokok elektronik atau Vape yang banyak digunakan masyarakat memiliki sumbangsih terhadap penerimaan cukai negara. Sebab sejak 2018, rokok elektronik dikenakan cukai.

“Sejak 2018 sudah dikenakan cukai. Tapi memang hasilnya tidak besar,” ujar Bambang Sutedjo, Kasie Kepatuhan Internal dan Penyuluhan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Probolinggo, beberapa waktu lalu.

Pada rokok biasa, cukai dikenakan pada tiap batang rokok. Untuk rokok elektronik, cukai dikenakan pada likuid rokok elektronik.

“Besarnya cukai yaitu 57 persen dari likuid atau cairan rokok elektronik,” ujarnya.

Pemberlakukan Cukai pada rokok elektronik ini dilakukan per Juli 2018. Namun pelaksanaannya Oktober 2018.

“Saat ini pendapatan cukai dari Vape belum terlihat datanya. Tapi jelas jumlahnya masih jauh di bawah cukai rokok. Mungkin untuk tahun 2019 bisa terlihat cukai dari Vape ini berapa nominalnya,” jelasnya.

Penggunaan rokok elektronik sempat booming pada tahun 2017-2018. Pemanfaatan rokok elektronik ini menjadi perdebatan terkait dampak terhadap kesehatan. (put/fun)