Perbaiki Fasilitas, Banyubiru Tahun Ini Dikucuri Rp 200 Juta

WINONGAN – Sejumlah fasilitas di pemandian Banyubiru mulai rusak. Untuk memperbaikinya, Dinas Pariwisata dan Kabudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan menganggarkan biaya pemeliharaan sebesar Rp 200 juta tahun ini.

Selain untuk mengganti fasilitas yang rusak, rencananya anggaran itu juga untuk mengganti lantai batu yang ada di tengah kolam alami. Sebab, lantai batu sudah cukup lama tidak diperbaiki. Sehingga, kondisinya sudah banyak yang rusak.

Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan Agung Maryono melalui Kabid Industri Pariwisata Budi Shoreanto mengatakan, pemandian alam Banyubiru merupakan salah satu wisata yang banyak dikunjungi warga Pasuruan. Karena itu, biaya pemeliharaan rutin dianggarkan.

“Tahun ini ada fasilitas yang rusak dan perlu diganti di Banyu Biru. Biaya pemeliharaannya kami anggarkan Rp 200 juta,” terangnya.

Dikatakan anggaran tersebut paling besar adalah untuk mengganti lantai batu yang berada di sisi tengah kolam alami. “Rencananya akan diganti dengan keramik air dari batu, sehingga tidak licin. Sedangkan anggaran yang lain untuk mengganti fasilitas yang rusak,” terangnya.

Di antaranya, tujuh pintu di ruang ganti bilas di kolam alami harus diganti. Pintu yang asli dari PVC sudah rusak dan rencananya diganti dengan pintu kayu. Selain itu, juga mengganti cat bangunan yang sudah luntur dan sebagainya.

Pengerjaannya sendiri, diperkirakan pada bulan Juli mendatang. Targetnya, triwulan ke empat atau akhir tahun sudah selesai. Sehingga, lebih nyaman bagi pengunjung yang datang di Pemandian Banyu Biru. (eka/hn)