Penjual Makanan Curah Marak, Dinkes Ingatkan Tanggal Kedaluwarsa

LARIS: Seorang penjual makanan curah di Kota Probolinggo. Menjelang Lebaran, makin banyak penjual makanan curah. Dinkes pun minta warga memperhatikan kedaluwarsa. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Menjelang Lebaran, mulai bermunculan penjual makanan ringan dalam kemasan curah di Kota Probolinggo. Dinas Kesehatan Kota Probolinggo pun mengingatkan konsumen untuk selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa.

Di lapangan, para penjual makanan curah ini bisa dijumpai di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Cokroaminoto. Seperti Sulastri, 40.

Saat media ini datang ke tempatnya berjualan, Jumat (24/5), dia berani memastikan makanan curah yang dijual aman. “Insyaallah aman. Waktu saya beli ada tanggal kedaluwarsa di kemasan besar. Masih Agustus 2020,” ujar Sulastri, 40, pedagang makanan di Jalan Cokroaminoto.

Beberapa snack curah yang dijual Sulastri merupakan produk snack yang umumnya dijual di minimarket. Namun, dia mengemas ulang dalam kemasan plastik berbagai ukuran.

“Saya jual ada yang Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Tergantung jenis makanannya. Kalau seperti Chiki ini Rp 20 ribu per satu bungkus ukuran 1 kg,” ujarnya.

Sementara itu, drg Ninik Irawibawati, kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo minta warga mewaspadai penjualan produk makanan curah. Sebab, produk makanan curah dikhawatirkan tidak melampirkan tanggal kedaluwarsa.

“Jadi, masyarakat harus hati-hati membeli produk makanan minuman. Apalagi menjelang Lebaran banyak yang menjual makanan dalam kemasan curah. Penting bagi Konsumen untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa produk,” tambahnya.

Dinkes sendiri, menurutnya, juga mengantisipasi penyebaran produk makanan tanpa kedaluwarsa. Selain sidak ke pusat perbelanjaan, juga ke toko grosir makanan.

“Penjual makanan curah umumnya membeli dari toko grosir makanan. Kami mantau di sana untuk memastikan makanan yang dijual sudah memiliki tanggal kedaluwarsa,” ujarnya. (put/hn)