Latihan di Sungai, 2 Siswa SDN Mentor 3 Jadi Atlet Selam Berprestasi

BERPRESTASI: Alfin (kaos merah) dan Feri didampingi Kepala SDN Mentor 3 Yayak Ernany dan guru olahraga Reno Biarlistanto foto bersama dengan piala yang mereka raih sebagai atlet selam. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Kabupaten Probolinggo memiliki dua atlet selam cilik andalan saat ini. Awal mula kemampuan mereka, bukan dibentuk di tempat latihan. Melainkan karena kebiasaan mereka berenang dan menyelam di sungai. Kini, keduanya menjadi atlet di bawah naungan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten Probolinggo.

ARIF MASHUDI, Sumberasih

Muhammad Alfin, 12 dan Feri Irawan, 11, sama-sama menekuni olahraga selam. Siswa SD Negeri Mentor 3 yang masing-masing duduk di kelas 6 dan 5 tersebut, merupakan bibit atlet yang bisa diandalkan. Meski mengutamakan pendidikan di sekolah, keduanya juga bisa mengatur waktu untuk tetap rutin latihan.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di sekolahnya, Alfin yang duduk kelas VI, ada di rumah. Ia tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Akhirnya, salah seorang guru menjemput Alfin untuk kembali ke sekolah. Sedangkan Fery, saat itu masih berada di sekolah.

Kedua siswa ini merupakan teman sepermainan. Keduanya sama-sama biasa mandi dan renang di Sungai Kedungberu, Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih. Hampir tiap hari sepulang sekolah, mereka sempatkan mandi di sungai. Bahkan, mereka awal belajar renang pun di sungai itu.

“Saya bisa berenang saat kelas IV. Ya di sungai itu. Mulai itu, saya hampir tiap hari sepulang sekolah mandi dan main di sungai,” kata Alfin, yang merupakan anak sulung dari dua saudara itu.

Alfin mengaku, dirinya tidak pernah menyangka, dari seringnya bermain di sungai, bisa sampai diproyeksikan menjadi atlet selam. Itu, terjadi tahun lalu. Dimana, dirinya dan Feri ditunjuk oleh guru olahraganya, Reno Biarlistanto untuk dilatih menjadi atlet selam.

“Orang tua mendukung dan siap mengantar tiap kali latihan di GOR Mastrip dan tiap Minggu di pemandian Ronggojalu,” kata putra pasangan suami-istri Hartono-Tutik itu. Alfin mengaku sejak awal tahun lalu, berlatih intensif di bawah POSSI Kabupaten Probolinggo.

Hingga akhirnya, tahun lalu Alfin menyabet Juara II di O2SN Kabupaten Probolinggo. Sedangkan, kejuaraan yang diikuti terakhir adalah kejuaraan daerah (kejurda) tingkat provinsi, Maret lalu. Hasilnya, Alfin meraih dua trofi sekaligus.

“Alhamdulillah, di Kejurda Provinsi saya mampu naik podium dua kali dalam nomor laut dengan jarak berbeda. Untuk nomor laut 500 meter saya dapat juara 2 dan nomor laut 1.000 meter juara 3,” kata atlet kelahiran 30 Agustus 2006 itu.

Saat ditanya suka-dukanya menjadi atlet selam? Alfin mengaku tenaga dan pikirannya tercurah pada aktivitas tersebut. Setiap hari harus latihan. Sukanya, ia bisa ikut lomba di mana-mana. Termasuk mendapat uang tambahan pembinaan jika memenangkan perlombaan.

“Saya nanti lulus SD, mau lanjut ke SMPN 2 Sumberasih. Tapi, saya tetap akan latihan selam, biar tetap berprestasi,” ungkapnya.

Cerita hampir serupa juga disampaikan Feri Irawan. Ia mulai bisa berenang saat awal duduk di kelas IV. Semua itu berawal dari kebiasaan mandi dan renang di sungai bersama teman-temannya. ”Saya di Kejurda Provinsi kemarin nomor laut 500 meter hanya juara 5,” ujarnya.

Namun, dikatakan Feri, dirinya tidak menyerah di situ. Saat O2SN di Kabupaten Probolinggo awal Mei 2019, dirinya meraih juara 1. Ia pun berhak mewakili Kabupaten Probolinggo untuk berlaga di tingkat provinsi. “Tidak ada persiapan khusus, tapi tetap rutin latihan,” ujar atlet kelahiran 10 Januari 2007.

Ketua POSSI Kabupaten Probolinggo Mukhsin mengatakan, entah sudah ditakdirkan atau tidak, Alfin seperti punya bakat alam. Sekitar setahun lalu, bermula dari ketidaksengajaan Misnari, seorang pelatih atlet POSSI yang tengah melintas di sekitar Desa Sumberbendo. Ia melihat sekelompok anak tengah berenang di sungai.

“Saat itu Misnari memperhatikan beberapa anak yang tengah berenang di sungai. Perhatiannya pun langsung tertuju pada Alfin yang menurutnya memiliki bakat alam dalam olahraga selam,” kata Mukhsin.

Tak perlu waktu lama, dikatakan Muskin, Misnari langsung menghampiri Alfin dan menanyakan sekolahnya. Beberapa hari kemudian, dirinya bersama Misnari mendatangi SDN Mentor 3. Rupanya, di SDN itu juga ada Feri, yang disebut memiliki bakat serupa.

“Saya yakin Alfin punya potensi sebagai atlet selam. Kakinya sangat kuat ketika dia berenang. Itu, bakat yang tak dimiliki oleh semua anak. Saya pun langsung meminta persetujuan dari orang tua Alfin dan Feri,” katanya. (rf)