Rencana Rehab Terminal Bayuangga Terkendala Sertifikat Lahan  

KADEMANGAN–Rencana memperbaiki fasilitas Terminal Bayuangga Kota Probolinggo kembali mengemuka. Namun, sejak pelimpahan pada 2017 lalu, hingga kini rencana tersebut tak kunjung terealisasi. Kabarnya, rencana memperbaiki fasilitas terminal terkendala sertifikat lahan.

“Terminal Bayuangga merupakan terminal Tipe A yang pembangunannya belum tersentuh sama sekali,” terang Kepala UPT Terminal Bayuangga Kota Probolinggo Budi Harjo. Saat ini perawatan terminal bukan lagi tanggungan Pemkot Probolinggo, melainkan tanggungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Konsep yang ia dengar, rencananya fasilitas terminal akan dibuat seperti di bandara. Mulai dari toilet, ruang tunggu penumpang, ruang laktasi, jalur khusus untuk difabel, serta fasilitas lainnya. Hanya saja masih belum dipastikan kapan rencana tersebut terealisasi. Sebab, saat ini masih terkendala masalah sertifikat lahan.

“Ada beberapa dokumen yang belum. Sehingga, pihak kementerian masih belum bisa melakukan pembangunan tersebut. Salah satunya yakni mengenai sertifikat. Mengingat sebelumnya tanah tersebut milik pemkot,” tambahnya.

“Jika ditanya kapan, ya tunggu sertifikatnya kelar dan diserahkan. Baru kementerian akan langsung melakukan pembangunan,” katanya. Karena itu, Budi Harjo mengaku belum mengetahui kapan akan terealisasi.

Disinggung mengenai berapa dana yang digelontorkan untuk merombak terminal, Budi mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Kalau untuk dananya kementerian yang tahu. Saya tidak tahu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Probolinggo Sumadi menerangkan, bahwa peralihan tanah dan bangunan ternyata sudah klir. “Sudah klir menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan. Data-data, status tanah leter C dari kelurahan sudah lengkap,” imbuhnya.

Terpisah, Kabid Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Abdi Firdaus mengatakan, sertifikat menjadi kewenangan kementerian. Pemkot menurutnya hanya membantu memfasilitasi proses sertifikasi. “Terminal belum bersertifikat. Masih leter C,” katanya. (rpd/rf)