Diduga Lari saat Ada Patroli, Pemuda Tegalsiwalan Tewas di Sungai

LUMAJANG-Dikabarkan menghilang, Abdul Rohman ditemukan tewas mengambang di Sungai Bondoyudo, Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada Jum’at (24/5) siang. Saat ditemukan, jenazah pemuda asal Dusun Montok, Desa Tegalsiwalan, Probolinggo itu dalam kondisi tertelungkup.

Saat pertama kali ditemukan, jenazahnya hanya terlihat sebagian. Polisi yang mendapati laporan lantas tiba di lokasi dan langsung membawa mayat ke RSU Haryoto.

Dari hasil identifikasi diketahui korban bernama Abdul Rohman. Kuat dugaan mayat tersebut merupakan pemuda yang kabur melarikan diri saat melihat tim Cobra Polres Lumajang sedang melakukan patroli usai terjadi pembegalan di Tegal Randu, Klakah, Lumajang sepekan lalu.

Sebelumnya, tim Cobra diketahui melakukan patroli menyusuri Desa Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso. Mereka mencari jejak kawanan begal yang telah merampas motor jenis CBR seorang remaja bernama Abdul Wafi (17).

Saat tim cobra melakukan patroli kala itu, Rohman bersama dua rekannya berpapasan dengan tim cobra.

Setelah sempat diberhentikan polisi, lantas Rohman langsung turun dari motor. Kemudian meloncat dari atas jembatan ke arah sungai Bondoyudo. Kala itu, ia berhasil lolos menghindari tim cobra.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, menuturkan, memang beberapa hari lalu timnya sempat mencurigai kawanan anak muda. Bahkan dugaan polisi semakin kuat karena saat itu korban bersama dua temannya mengendarai motor bodong tanpa pelat nomor kendaraan.

“Kemarin kami patroli ke Sumberpetung. Merasa curiga akhirnya tim memberhentikan mereka dan salah satunya kabur lari dengan loncat dari atas jembatan,” ujar Hasran kepada radarjember.id.

 

Keluar Rumah Rabu

Sementara itu, keluarga Rohman menyebut Rohman keluar rumah sejak Rabu (22/5) siang. Dirinya saat itu diketahui keluar bersama dua temannya yang bernama Hori dan Kiki ke arah Lumajang.

Seusai melihat jenazah Rohman, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Mereka hanya meminta dilakukan visum terhadap tubuh korban. “Keluarga keberatan di otopsi, jadi divisum saja,” kata Effendi selaku saudara korban.

Polisi sendiri sangat menyayangkan atas peristiwa yang menimpa Rohman. Pasalnya, menurut Hasran seharusnya tidak perlu kabur atau melarikan diri jika memang siapapun yang bertemu maupun berhadapan dengan tim cobra merasa tidak bersalah. “Jika merasa tidak bersalah, tidak perlu lari atau kabur,” jelasnya. (radarjember.id/mie)