Waspada Penipu Modus Jual-Beli Jabatan, Kursi Lurah Dipatok Rp 25 Juta

KANIGARAN–Para pejabat dan PNS di lingkungan Pemkot Probolinggo harus waspada. Sebab, saat ini oknum yang menjanjikan promosi jabatan dengan membayar sejumlah uang, gentayangan.

Kepala BKPSDM Pemkot Probolinggo, Rachmadeta Antariksa

membenarkan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang berupaya memanfaatkan momen di tiap kali jelang mutasi atau pengangkatan pejabat.

Deta-sapaan akrabnya- menjelaskan, sudah ada dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditelpon oleh oknum. Si penelpon gelap itu menjanjikan promosi jabatan di sejumlah OPD.

Si oknum tersebut juga mengaku sedang berada di ruangan Deta saat menelpon calon korbannya. “Saya sekarang di depan ruangan Pak Deta, sampean mau dipromosikan. Sampean siapkan dan kirim ke rekening uangnya,” ujar Deta menirukan calon korban yang melapor ke dia.

Si pelaku juga sudah mematok harga untuk sejumlah jabatan. Yang Deta ketahui, harga yang dipasang oleh si pelaku Rp 25 juta untuk promosi jadi lurah.

BKPSDM sendiri saat ini belum melacak soal adanya kabar jual-beli jabatan itu. Sebagai antisipasi, pihaknya hanya mengirimkan pesan berantai lewat whatsapp agar semua kepala OPD tak percaya dengan kabar bohong itu.

“Ini (modus penipuan) tidak saat ini saja. (saat rekrutmen) CPNS juga begitu. Mungkin, pelaku itu melihat surat undangan yang beredar, tapi tidak tahu artinya. Bisa saja oknum yang memanfaatkan dan memperkeruh kondisi,” jelas Deta.

BKPSDM pun menegaskan, bahwa proses administrasi kepegawaian tidak dipungut apapun. Hal ini berlaku pada promosi naik pangkat, pensiun gaji berkala atau pun proses administrasi kepegawaian lainnya.

Sementara itu, di beberapa kesempatan mutasi jabatan, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin kerap menekankan tidak boleh ada yang main-main, terkait jual beli jabatan di pemerintahannya.

Pesan itu pun, kembali disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah/ janji jabatan fungsional, Rabu (22/5) di Sabha Bina Praja. (mie)