Manajemen RSUD Bangil Habiskan Miliaran Rupiah Tiap Tahun untuk Kelola Limbah Medis

MILIK PEMKAB PASURUAN: Bangunan RSUD Bangil tampak dari depan. Rumah sakit milik Pemkab Pasuruan tersebut mengeluarkan miliaran rupiah pertahunnya untuk mengelola limbah medis. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Biaya penanganan limbah rumah sakit umum daerah (RSUD) Bangil ternyata menelan dana yang tak murah. Manajemen RSUD Bangil harus mengeluarkan dana hingga Rp 1,2 miliar setiap tahunnya, untuk “membuang” limbah tersebut.

Humas RSUD Bangil, Ghozali menyampaikan, biaya terbesar itu dipengaruhi penanganan limbah B3. Pihak rumah sakit harus mengeluarkan biaya tinggi, dalam mengeluarkan limbah B3 tersebut, seperti jarum suntik dan berbagai limbah berbahaya lainnya.

“Kami harus bekerja sama dengan pihak ketiga, untuk penanganan limbah B3 tersebut. Karena itu, biayanya cukup tinggi,” sampainya.

Setiap tahunnya, manajemen RSUD Bangil harus mengeluarkan dana hingga Rp 1,2 miliar. Meski begitu, jumlah tersebut sudah mengalami penyusutan tiga hingga empat tahun terakhir.

Karena sebelumnya, biaya penanganan limbah RSUD Bangil, mencapai Rp 2 miliar. “Kalau sebelumnya, justru besar. Bisa sampai Rp 2 miliar, bahkan bisa lebih. Tapi, sejak empat atau tiga tahun terakhir, sudah mulai menyusut. Itu setelah adanya pemilahan limbah, antara B3 dengan non B3,” jelasnya.

Menurut Ghozali, upaya untuk bisa lebih menekan, sejatinya terus dilakukan. Salah satunya, dengan pengelolaan limbah untuk non B3. Supaya, RSUD Bangil bisa mendapatkan nilai ekonomisnya. Namun, hal itu belum terwujud hingga sekarang.

“Masih kami rencanakan. Karena, perlu ada kerja sama dengan pihak lain, dalam pengelolaan limbah rumah sakit,” pungkasnya. (one/fun)