Jualan Miras tanpa Izin, Kafe di Jalan Semeru Terancam Ditutup

KADEMANGAN – Sebuah kafe di Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, terancam ditutup. Sebab, kafe yang tak jauh dari SMKN 4 Kota Probolinggo itu diketahui menjual minuman keras (miras).

BERI PEMBINAAN: Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang ikut turun, memberikan pembinaan kepada pemuda yang pesta miras. (Satpol PP for Jawa Pos Radar Bromo)

Itu, terungkap ketika Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin memimpin razia minuman beralkohol, Selasa (21/5), dini hari. Hadi mengatakan, kafe ini sudah melanggar surat edaran (SE) Wali Kota. Dalam SE itu, disebutkan selama Ramadan tempat hiburan malam, termasuk kafe dilarang beroperasi. Terutama, yang menjual miras dan menyediakan pemandu lagu.

Karenanya, Hadi mengaku, akan segera melayangkan surat teguran ke kafe tersebut untuk tidak beroperasi selama Ramadan. Jika surat teguran ini tidak diindahkan, ia mengaku akan menutup kafe yang menyediakan fasilitas karaoke itu. “Pemiliknya berjanji tidak akan buka lagi. Secepatnya kami kirim surat teguran. Jika mokong, terpaksa kami tutup,” ujarnya.

Dalam razia itu, Wali Kota bersama sejumlah anggota Satpol PP juga melihat dua perempuan selain pemiliknya di kafe. Namun, belum diketahui secara pasti apakah keduanya pemandu lagu atau pelayan kafe. Saat ditanya petugas, mereka mengaku pelayan dan masih satu keluarga dengan pemilik kafe. “Pokoknya tidak boleh ada perempuan di sana. Kecuali pemiliknya,” ujar Hadi.

Dari kafe ini, petugas juga mengamankan puluhan botol miras. Ada juga sejumlah botol kosong yang diduga bekas miras. Pemilik kafe ini menyebut botol kosong itu bekas bensin eceran. Namun, botol kosong itu juga diamankan petugas sebagai barang bukti.

Setelah Jalan Semeru, operasi gabungan Satpol PP Kota Probolinggo dengan Satpol PP Pemprov Jawa Timur dan CPM tersebut tak berhenti. Mereka berlajut ke Kampung Keles di belakang Lapas Probolinggo dan ke dua kios rokok dan kopi di Kelurahan Mayangan. Serta, dua warung di Jalan K.H. Abdul Ajis, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Kemudian, dilanjutkan ke Jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. “Upaya kami pencegahaan. Karena miras itu dampaknya luar biasa bagi peminumnya. Tindak kejahatan bermuara dari sana,” ujar Kasi Penyidikan Dinas Satpol PP Jawa Timur Nur Arief Hidayat.

Arief mengaku, ikut razia di Kota Probolinggo karena perintah Gubernur Jatim untuk keliling se-Jawa Timur. Sebelumnya, 14 petugas Satpol PP Pemprov Jatim melakukan hal yang sama di Mojokerto. “Kami bergerak keliling selama Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi membenarkan razia malam itu diikuti Satpol PP Promprov Jatim. Ia mengatakan, razia akan dilaksanakan setiap malam sampai menjelang Lebaran. “Di bulan suci (Ramadan) wilayah kami harus bersih dari miras,” ujarnya. (rpd/rud)