Tiga Bulan, Pajak BPHTB di Kab Probolinggo Tembus Rp 2 Miliar

KRAKSAAN – Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kabupaten Probolinggo pada triwulan pertama tahun ini, cukup bagus. Betapa tidak, hanya dalam tiga bulan, pajak jual beli tanah tersebut tembus sekitar Rp 2 miliar lebih. Pemkab pun optimistis target awal yang dibebankan sebesar Rp 7 miliar, bisa tercapai.

Keyakinan itu diungkapkan Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) setempat Susilo Isnadi. Menurutnya, target pajak BPHTB tahun ini lebih rendah dari pada tahun kemarin. Tahun kemarin targetnya sekitar Rp 9 miliar.

“Tahun kemarin Rp 9 miliar. Untuk tahun ini hanya sekitar Rp 7 miliar,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, target Rp 7 miliar tersebut adapah APBD murni. Itu belumtermasuk apabila saat Perubahan APBD nanti, target akan dinaikkan. “Nanti P-APBD akan kami naikan menjadi Rp 10 miliar. Untuk sekarang memang hanya Rp 7 miliar,” jelasnya.

Meskipun akan dinaikan sekitar Rp 10 miliar, pihaknya optimis akan terpenuhi. Mengingat, pada tahun sebelumnya target sekitar Rp 9 miliar, justru perolehannya tercapai sekitar Rp 13 miliar. Sehingga, pihaknya yakin jika target meskipun dinaikan akan terlampaui.

“Insya Allah tercapai. Kami berupaya keras agar target tersebut bisa tercapai. Tentunya semua elemen harus melakukan kerja maksimal agar tercapai,” tandasnya.

Masih menurut Susilo, kenaikan target pajak saat P-APBD adalah hal yang lumrah. Apalagi, pada tahun sebelumnya target selalu bisa terlampaui. Sehingga, mau tidak mau target pada tahun ini tentunya harus dinaikkan.

“Itu (kenaikan target) harus dilakukan tiap tahun. Pada tahun lalu itu terlampaui masa di tahun sekarang diturunkan. Tentunya tidak mungkin. Yang terjadi pada tahun ini harus dinaikan juga,” tandasnya. (sid/fun)