Polisi Buru Begal asal Plososari yang Kabur

PASURUAN – Polres Pasuruan Kota masih terus mengembangkan penangkapan komplotan pelaku begal, tiga hari yang lalu. Satu dari empat pelaku yang diduga hendak beraksi malam itu, masih melenggang. Polisi kini fokus untuk menelusuri keberadaan pelaku yang kabur itu.

Hal itu ditegaskan oleh Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso. Ia memastikan terus memburu para pelaku yang tergabung dalam komplotan begal asal Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan itu. “Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami kembangkan untuk bisa menangkap pelaku lain,” tegasnya.

Slamet juga mengaku, pihaknya telah mengantongi identitas salah satu pelaku yang kabur saat hendak ditangkap di Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran.

“Tetap, kami upayakan lidik untuk pelaku yang kabur. Karena keberadaannya di luar sana tentu akan meresahkan. Mengingat pola kejahatan mereka dalam beraksi itu terbilang sadis. Membawa sajam atau handak. Serta tak segan melukai korbannya,” beber dia.

Sementara, hingga Senin (20/5), ketiga pelaku yang berhasil diamankan dari dua lokasi berbeda, masih terbaring di atas ranjang pasien di RSUD dr R Soedarsono. Ketiganya harus mendapatkan perawatan atas luka tembak yang diderita, ketika melawan petugas yang hendak menangkap mereka.

Meski dalam perawatan, ketiganya, Sodik, Buratin, dan Rudi, mendapat penjagaan ketat oleh petugas kepolisian. Ketiga pelaku terancam hukuman selama 10 tahun pidana penjara. Polisi akan menjeratnya dengan pasal 363 dan 365 KUHP. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan enam buah bahan peledak jenis bondet atau bom ikan. “Sekarang sudah diamankan untuk segera dijinakkan,” ungkap Slamet.

Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku begal, Sabtu (18/5) malam di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Purworejo. Yakni, BR, 23 dan SD, 41. Keduanya merupakan komplotan begal yang berasal dari Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Penangkapan itu berlangsung sekitar pukul 18.40. Saat penangkapan berlangsung, situasi jalanan di lokasi kejadian mendadak mencekam. Arus lalu lintas di simpang empat penjara dari arah selatan pun tersendat. Bahkan, terdengar letusan suara tembakan yang memekikkan telinga.

Dari Kota Pasuruan, polisi bergerak menuju wilayah Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek. Di sana polisi kembali mencurigai dua orang pelaku yang mengendarai motor Honda Vario. Mereka juga merupakan komplotan begal asal Desa Plososari, Kecamatan Grati.

Dari dua orang pelaku, polisi hanya berhasil menangkap seorang di antaranya. Sedangkan pelaku lain kabur ke arah perkampungan hingga lolos dari kejaran petugas. (tom/rf)