Jualan Sepi, Pedagang di Kampung Ramadan Probolinggo Mengeluh

MAYANGAN – Sejumlah pedagang di Kampung Ramadan Kota Probolinggo mengeluh. Sebab, penjualan takjilnya menurun dibanding bazar Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Turunnya penjualan ini dikarenakan sepinya pengunjung ke area bazar di alun-alun.

Salah seorang pedagang di Kampung Ramadan Yanti, 30, mengatakan, jumlah pengunjung bazar tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, berdampak pada omzet penjualannya.

Saat Bazar Ramadan tahun kemarin, Yanti mengaku per hari bisa mendapatkan omzet kotor Rp 500 ribu. Namun, kini paling banter hanya Rp 250 ribu per hari. “Itu termasuk banyak karena saya jualan makanan berat seperti ayam panggang dan urap-urap. Pengunjung lebih banyak saat kegiatan bazar dilakukan di depan stasiun,” ujarnya.

Yanti mengatakan, jalur tempat bazar yang berputar-putar membuat orang malas datang dan membeli takjil. Serta, tidak praktis karena harus masuk ke alun-alun. “Dalam bazar Ramadan tahun sebelumnya orang bisa jalan di pinggir stan tanpa parkir motor dan bisa langsung membeli makanan yang mereka mau. Sekarang tidak bisa,” ujarnya.

Sejumlah pembeli yang ditemui Jawa Pos Radar Bromo mengaku lebih nyaman Bazar Ramadan tahun sebelumnya yang berlokasi di depan stasiun. “Sejak awal puasa baru sekarang ke Bazar Ramadan di alun-alun ini. Kalau sebelumnya sering, soalnya dekat dengan indekos saya,” ujar seorang pengunjung Kampung Ramadan, Nurul Lisa, 20.

Nurul mengatakan, Bazar Ramadan di alun-alun, tempatnya mencari takjil setelah pulang kerja. “Tapi, sekarang malas mau ke sana. Mesti masuk ke dalam alun-alun. Memang kendaraan bisa masuk dan parkir di dalam, tapi ndak praktis,” ujarnya.

Adanya keluhan pembeli diakui Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi. “Sepinya pembeli karena kondisi tempat berjualan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang kurang praktis,” ujarnya.

Gatot mengatakan, tempatnya tidak praktisnya karena tahun sebelumnya pembeli dengan menggunakan sepeda motor bisa membeli langsung tinggal menunjuk makanan yang diinginkan. Nah, kini masih harus masuk ke alun-alun.

Ia mengaku akan mengevaluasi pelaksanaan Kampung Ramadan ini. Terutama, mengenai tata letak lokasi bazar. “Meski sebenarnya waktu Bazar Ramadan juga tinggal seminggu lagi,” ujarnya. Diketahui, Kampung Ramadan ini berlangsung mulai 4 sampai 26 Mei. (put/rud)