Dikira Begal, ODGJ asal Mangunharjo Dimassa  

KETERANGAN MENCLA-MENCLE: Gatot (kiri) yang sempat diamankan di Mapolsek Mayangan lantaran mengacungkan celurit ke pengendara di JLU Kota Probolinggo, Senin (20/5) malam. (Polsek Mayangan for Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Gara-gara mengacungkan celurit kepada pengguna jalan, Gatot Sugianto, 45, bonyok dimassa.  Warga Jalan Brigjen Katamso RT 7/RW 6, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu dimassa lantaran diduga hendak membegal.

Kalau saja polisi tak datang dengan cepat, Gatot bisa lebih parah. Pasalnya, insiden yang terjadi Senin (20/5) malam itu sempat membuat emosi massa meninggi. Beruntung dia berhasil diamankan.

Kejadian itu bermula saat  Gatot berada di Jalan Pattimura. Lelaki yang diketahui mengidap gangguan jiwa tersebut, memang biasa berada di lokasi tersebut. Biasanya dia berdiri di kegelapan jalan. Selanjutnya, Gatot menaruh sepeda pancal di samping jalan.

Tak lama kemudian Dimas Wahyu Haryono, 38, melintas dengan sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam. Kebetulan malam itu warga Jalan Pattimura, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tersebut sengaja melintas di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di depan tambak perikanan dan kelautan kota setempat.

Entah mengapa, saat Wahyu melintas, Gatot yang saat itu berdiri di tepi jalan, tiba-tiba mengacungkan celurit ke atas. Diduga celurit tersebut sengaja dibawa oleh Gatot. Serentak Dimas Wahyu langsung turun dari motornya dan melarikan diri ke rumah warga.

Warga yang berada di sekitar, langsung berbondong menuju Gatot dan langsung menghakiminya. Beruntung di sekitar lokasi dekat dengan rumah anggota satlantas. Sehingga, Gatot langsung diamankan. Jika tidak, kemungkinan Gatot meregang nyawa.

“Saat diamankan petugas yang rumahnya berada di sana, Gatot tidak sedang memegang senjata tajam berupa celurit. Namun, dari laporan warga, celurit itu dibuang. Sehingga, anggota melakukan pencarian. Tak jauh dari lokasi ditemukan dua celurit tua. Celuritnya kecil dan tua (berkarat) bukan celurit yang bisa dibuat senjata. Jadi, masih belum diketahui apakah celurit itu miliknya atau bukan,” terang Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman Wahyudi.

Meski begitu, Gatot yang sudah terlanjur dimassa, dibawa ke Mapolsek Mayangan dan dilakukan pemeriksaan. Namun, petugas mengalami kesulitan, sebab apa yang diomongkan mencla-mencle.

Rupanya setelah di panggil RT/TW serta keluarganya, Gatot diketahui sudah lama mengalami gangguan jiwa atau termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Bahkan, Gatot sering tidur di kandang. Dua tahun lalu juga sempat dirawat di RSJ.

“Dari keterangan warga, termasuk RT/RW dan juga anggota keluarga, Gatot itu gila. Makanya kami masih selidiki, apakah benar dia gila atau tidak,” terangnya.

Polisi tetap melakukan penelusuran. Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti yakni sepada mini miliknya dan dua celurit tua.

“Untuk celurit ini lokasinya agak jauh. Dan melihat kondisinya, bisa jadi bukan miliknya. Tapi, ada saksi yang mengatakan pegang celurit. Makanya kita masih dalami,” pungkasnya. (rpd/fun)