Berkat Bibit Kentang dengan Kultur Jaringan, Abdul Nasir Menangkan Inovasi Daerah Bidang Agribisnis

Menanam kentang biasanya dilakukan oleh petani dengan cara menanam umbinya. Namun, di tangan Abdul Nasir berbeda. Dari hasil inovasi yang dilakukannya, kentang tersebut ditanam dengan cara kultur jaringan.

MUKHAMAD ROSYIDI, Kraksaan

Wajah berseri nampak dari raut muka Nasir sapaan akrabnya. Ia tidak menyangka akan keluar menjadi juara utama dalam Lomba Inovasi Daerah Kategori Agribisnis yang digelar oleh Pemkab Probolinggo.

Saat mengikuti lomba, Abdul Nasir mengusung tema besar perbanyakan bibit kentang melalui kultur jaringan yang berkualitas. Bentuknya, dia menanam kentang dengan bukan melalui umbi. Tetapi, melalui tunas. Nah, tunas tersebutlah nanti yang diperbanyak.

“Jadi tunas itu yang ditanam. Tidak lagi umbi. Satu umbi bisa menjadi 8 tunas, selama lima belas hari. Itulah uang yang disebut dengan pemecah jaringan,” katanya.

Menurutnya, melalui kultur jaringan tersebut bisa membuat lebih banyak tunas. Satu tunas bisa menghasilkan ratusan tunas. “Kami mengambil umbi yang sehat, minimal 10 umbi lah yang sehat. Nah itu bisa menjadi seribu tunas,” ungkapnya.

Dengan cara yang dilakukannya itu, menurutnya sangat efektif. Pasalnya, jika sudah dijadikan tunas, maka bibit yang didapatkan adalah yang bagus. “Jadi sudah pasti sehat. Sebab, kalo sudah di kultur jaringan ini, penyakit atau bakteri sudah tidak ada,” tandasnya.

Nasir menjelaskan, ide awal inovasi kultur jaringan tersebut bermula sebelum adanya lomba. Yaitu, berdasarkan permintaan masyarakat terutama para petami. Saat itu petani meminta bibit kentangnya di kultur. Sehingga, ia mencoba dan kemudian berhasil. Karena itu, ia kemudian mengikutkan apa yang didapatnya dalam lomba tersebut.

“Sebelum kami menggunakan kultur jaringan, mereka membeli dari Bogor dan lainnya. Karena itu kami melakukan percobaan dan berhasil,” kelasnya.

Ia berharap dengan adanya inovasi yang telah dibuatnya itu, bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, ia sendiri siap untuk melatih masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sehingga, nantinya bisa dilirik oleh masyarakat luas dan bersaing di daerah lain.

“Riset saya ini kan bukan sekedar permainan. Tetapi ini adalah hasil karya yang bisa bermanfaat kepada semua orang. Sehingga nanti bisa menjadikan Kabupaten Probolinggo menjadi daerah pertanian yang bagus,” ungkapnya. (fun)