Asyik, Insentif Guru dan Pegawai Honorer Cair sebelum Lebaran

BANGIL – Ratusan guru honorer di Kabupaten Pasuruan bisa semringah. Menyusul rencana Pemkab untuk segera menggulirkan insentif mereka. Rencana pencairan dana insentif itu ditandai dengan penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) Senin (20/5).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswahyudi menyampaikan, insentif bagi guru honorer dialokasikan setiap bulan. Hanya memang, pencairannya tidak bisa dilaksanakan sebulan sekali. Biasanya, dilakukan tiga bulan sekali atau enam bulan sekali, bergantung anggaran.

Menurutnya, pencairan tahap awal tahun ini direncanakan bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Setidaknya, sebelum hari raya, insentif bagi guru dan staf sekolah honorer K-2 bisa dicairkan.

“Supaya, bisa menopang kebutuhan saat Ramadan dan Lebaran. Insentif itu, memang sudah ditunggu-tunggu mereka,” kata Iswahyudi.

Ia merincikan, total ada sebanyak 529 tenaga honorer K-2 di lingkungan Dispendik Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah itu, sebanyak 455 orang merupakan tenaga guru. Sementara sisanya sebanyak 74 orang merupakan tenaga nonguru seperti staf sekolah.

Besaran yang mereka terima, bervariasi. Untuk guru, sebanyak Rp 1 juta per orang untuk setiap bulannya. Sementara untuk nonguru, senilai Rp 750 ribu per orang setiap bulannya.

Rencananya, pencairan akan direalisasikan selama empat bulan. Terhitung mulai Januari hingga April 2019. “Kami upayakan sebelum Lebaran sudah bisa cair. Pencairannya, melalui rekening masing-masing,” pungkasnya.

Tentu, rencana pencairan insentif itu disambut gembira oleh tenaga honorer K2. Seperti yang diungkapkan Eko Budi. Guru honorer yang mengajar di Grati ini mengaku, kalau dana insentif itu memang sudah lama ditunggu-tunggu cairnya.

Terlebih lagi, mendekati Lebaran. Kebutuhan semakin menanjak. “Setidaknya, dana itu bisa menopang kebutuhan kami saat Lebaran. Mudah-mudahan bisa segera dicairkan,” harapnya. (one/fun)