Rayakan Waisak dengan Doa Bersama di Klenteng Sumber Naga usai Terbakar

MAYANGAN – Doa bersama digelar umat Tri Dharma di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Sumber Naga Minggu malam (19/5). Meski dengan latar belakang altar utama yang hangus terbakar, namun jamaah tetap khusyuk berdoa. Dalam doa-doa yang dirapalkan, mereka berharap musibah segera berlalu.

Acara ibadah ini dimulai sekitar pukul 19.30 dan selesai pukul 21.00. Sekitar 125 jamaah hadir dalam kegiatan tersebut. “Acara ini diselenggarakan karena permintaan jamaah untuk pembacaan Parita seperti dilakukan seperti Waisak,” ujar Ketua II TITD Erfan Sutjianto.

Beberapa saat setelah ibadah selesai dilaksanakan, terdapat prosesi peletakan bunga pada puing bekas kebakaran. Ritual itu mewakili perasaan duka atas terjadinya kebakaran pada tempat ibadah yang berusia 154 tahun ini. Police line yang terpasang sebelumnya, sehari sebelumnya sudah tidak tampak

“Saya harap tempat ibadah cepat dibangun kembali dan situasinya aman terkendali serta kerukunan tetap terjaga,” ujar Yana, salah satu jamaah Waisak. “Ibadah tetap berlangsung khidmat, seperti ibadah pada biasanya, semoga tempat ibadah bisa dibangun,” ujar Didit, salah satu jamaah perayaan Waisak.

Siang harinya, puluhan pengurus masih melakukan pertemuan internal. Kemudian, dilanjutkan bersih-bersih di lokasi kebakaran.

Ketua TITD Sumber Naga Adi Susanto Saputro mengatakan, pertemuan internal itu digelar untuk menentukan langkah yang hendak diambil. Salah satu keputusan paling krusial, pihaknya memutuskan untuk segera membangun kembali kelenteng yang hangus terbakar.

Pilihan segera membangun kembali tempat ibadah itu karena merupakan satu-satunya di Probolinggo. Selain itu, bangunan yang direvitalisasi tahun 1865 itu merupakan situs cagar budaya. Tentu, banyak tamu-tamu wisatawan asing yang datang berkunjung.

“Hasil pertemuan, kami akan minta pada kepolisian untuk segera membuka police line. Kemudian, akan diadakan doa bersama. Rencana besok (20/5) kami jadwal pertemuan dengan Bapak Wali Kota,” katanya.

Disinggung soal rencana usulan yang diajukan ke Wali Kota saat audiensi, Adi mengungkapkan, dirinya akan meminta kesediaan pemkot membantu pembangunan kembali TITD Sumber Naga. Terutama terkait pendanaan karena pembangunan nantinya akan membutuhkan biaya tidak sedikit.

“Kami dari pengurus dan lainnya sudah galang dana dan siap membangun kembali,” terangnya. Pembangunan, dikatakan Adi, akan mengembalikan bentuk seperti semula. Tidak mengubah konstruksi. Tembok-tembok bangunan kelenteng sejatinya masih utuh. Tinggal penyangga dan atap yang terbakar.

“Kami harus bangun kembali secepatnya. Tidak mungkin dibiarkan terlalu lama begini. Untuk sementara, tempat ibadah kami ada di ruang sisi timur (pendapa, Red) itu,” katanya. (mg1/mas/rf/mie)