Kuli Bangunan Perkosa Siswa, Pelaku Masih Tetangga

REJOSO – Entah apa yang ada di dalam pikiran AY, 37, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh proyek ini tega memperkosa Bunga, 9, (bukan nama sebenarnya), yang terbilang masih tetangganya.

Alhasil, Bunga dan keluarganya resmi melaporkan peristiwa ini Jumat malam lalu (19/5) sekitar pukul 22.00 ke Polsek Rejoso. AY sendiri mengakui perbuatannya yang telah memperkosa Bunga. Kini, AY sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kejadian yang menimpa Bunga ini dibenarkan Ikhsan Wibowo, salah satu perangkat tetangga Bunga. Ikhsam mengungkapkan, aksi pemerkosaan ini diketahui pertama kali pada Jumat lalu (19/5). Saat itu, Bunga mengeluhkan sakit pada kemaluannya ke ibunya, Kh, 50. Bunga lantas mengaku jika ia pernah diperkosa oleh AY.

Kontan pengakuan Bunga membuat geger masyarakat desa tempat Bunga tinggal. Pemdes lantas mengumpulkan keduanya di rumah kepala dusun. Dari sini diketahui, jika AY sempat melakukan tindakan asusila sebanyak lima kali. Perbuatan ini dilakukan di rumah AY.

Kebetulan, sehari-hari, rumah AY sepi. Sebab istrinya yakni NA, 36, bekerja di pabrik konveksi di Kota Pasuruan. Bunga sendiri kerap mendatangi rumah AY untuk bermain dengan anaknya yang masih berusia dua tahun.

Saat itulah, AY yang kebetulan sedang menganggur karena tidak ada proyek mengerjai korban. AY memperkosa korban di dalam kamar tidurnya. Agar Bunga tidak melapor, AY mengancam akan membawa anaknya ke Kalimantan.

“Bunga ini sangat dekat dengan anak AY. Ia masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Sepulang sekolah, ia selalu menyempatkan diri untuk bermain ke rumah AY dan bermain dengan anaknya,”ungkap Ikhsan.

Pemdes sendiri sempat mencoba mendamaikan kedua belah pihak. Namun, pihak keluarga Bunga tidak bersedia secara kekeluargaan dan memilih untuk menempuh jalur hukum. Malam itu juga, AY dijemput oleh pihak berwajib.

“Kasun dan ketua RT juga sudah diminta untuk selalu mengawasi warga dan Bunga. Kami tidak ingin masyarakat menambah konflik dengan membicarakan peristiwa yang dialami oleh Bunga. Tujuannya agar korban tidak semakin trauma,”terang Ikhsan.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuaan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pasuruan, Ipda Suwondo menjelaskan AY sudah ditahan di Mapolresta Pasuruan. Pihaknya sendiri masih terus mendalami aksi pencabulan yang dilakukannya pada Bunga.

“Kami masih terus mendalami pencabulan yang dilakukan AY. Yang jelas pelaku sudah kami tahan. Ia terancam dikenakan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. UU ini memiliki ancaman hukuman penjara di atas lima tahun,” terang Suwondo. (riz/fun)