Jamaah Salawat Al Mubarok yang Merangkul Remaja dan Pemuda yang Berdakwah lewat Seni Albanjari Modern

Jamaah Salawat Al Mubarok sudah ada sejak tahun 2004. Jamaah ini berdakwah melalui seni Albanjari. Kegiatannya bisa ditemui di Dusun Kulak, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan.

——————

Di usianya yang menapaki 15 tahun, jamaah Salawat Al Mubarok hingga saat ini tetap eksis. Jamaah ini boleh dibilang grup Albanjari modern. Karena alat musik yang diamankan tak hanya terbang. Tapi juga ada ketoplak, jidor, tamborin dan keyboard, serta vokalis yang acapkali jumlahnya lebih dari satu orang.

USIA MUDA: Rata-rata anggota Salawat Al Mubarok berusia remaja dan pemuda. (Al Mubarok for Jawa Pos Radar Bromo)

“Awal berdiri personelnya hanya empat orang, sekarang menjadi 15 orang. Rata-rata dari kalangan pelajar, guru, karyawan swasta,” ungkap Abdul Hamdi, wakil ketua jamaah salawat Al Mubarok.

Di tahun 2010 lalu, jamaah salawat dengan khas al banjari modernnya mengalami massa puncaknya. Karena jumlah personelnya, mencapai sekitar seratus orang. Tak hanya dari warga dusun setempat, tapi juga ada dari dusun sekitar di Desa Nogosari ini.

“Alhamdulillah, meskipun tak sebanyak dulu jumlah personelnya, Al Mubarok tetap ada, bertahan serta eksis hingga sekarang,” cetusnya.

Abdul Hamdi mengenang, terbentuknya Salawat AL Mubarok ini 24 Maret 2004. Saat itu Al Mubarok sengaja dibentuk dengan tujuan merangkul serta mengajak remaja dan pemuda di dusun setempat. Harapannya agar para pemuda memiliki kegiatan positif, dan menghindari pergaulan bebas sekaligus kenakalan remaja.

Diawal berdirinya hingga dua tahun berjalan, bentuknya masih jamaah salawat dengan Albanjari murni. Seiring perkembangan zaman, akhirnya berkembang menjadi Albanjari modern. Ini ditandai dengan alat musik yang digunakan saat dimainkan.

“Awalnya hanya ditanggapi dan mendapat respon biasa saja dari kalangan remaja dan pemuda. Setelah berkembang menjadi Albanjari modern, jamaah Salawat Al Mubarok ini banyak diminati dan ikut bergabung didalamnya,” tutur M. Mashuri, ketua jamaah Salawat Al Mubarok.

Dalam eksistensinya dilapangan, agar tiap performance atau tampilannya maksimal, tiap dua pekan sekali latihan bareng. Itu rutin digelar dan anggotanya selalu antusias. Apalagi jika hendak diundang untuk tampil di suatu acara.

Adapun beberapa even yang acapkali mendatangkan Salawat Al Mubarok diantaranya acara hajatan, peresmian pabrik, pengajian, haul dan lain sebagianya. Lokasinya di sekitaran Pasuruan, juga pernah tampil di Sidoarjo dan Mojokerto.

“Seiring berjalannya waktu, ternyata lebih cocok dan digemari para pemuda serta remaja di tempat kami. Oleh sebab itulah, tetap dipertahankan sampai dengan sekarang. Ini karena di kegiatan Salawat Al Mubarok, ada dakwah yang disampaikan dengan mengjolaborasikan salawat yang diiringi Albanjari modern,” katanya.

Adapun jenis salawat yang dimainkan menyadur dari sejumlah lagu yang sudah ada. Seperti milik Kiai Kanjeng, Nissa Syabian serta lainnya.

Kemudian dikemas dalam bentuk musik Albanjari modern bergenre dangdut, klasik atau kontemporer. Tentunya penampilan mereka menyesuaikan tempat, atau terkadang juga permintaan atau request.

“Musiknya dibuat simple aja, dengan genre apa saja Insya Allah personel bisa memainkannya. Pastinya dikemas dengan baik serta maksimal tiap performancenya,” ujar Mashuri sapaan akrabnya. (zal/fun)