Dor… 3 Komplotan Begal asal Plososari Grati Ndelosor, Bawa Bondet

PASURUAN–Suasana ruas jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (18/5) malam, mencekam. Arus lalu lintas di simpang empat Penjara dari arah selatan pun tersendat. Dentuman suara tembakan memekikkan telinga.

Keributan itu meletus saat Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota hendak mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku begal. Yakni BR, 23, dan SD, 41. Keduanya merupakan komplotan begal yang berasal dari Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Penangkapan itu berlangsung sekitar pukul 18.40. Sebelumnya, kedua pelaku mengendarai motor Honda Vario dari arah selatan. Lalu berhenti di traffic light (TL) simpang empat Penjara.

Posisi motor pelaku berada di ujung depan dibandingkan pengendara motor lainnya. Hanya beberapa detik setelah pelaku menghentikan motornya guna menunggu lampu hijau menyala, beberapa motor melesat cepat dari arah belakang.

Aksi penangkapan itu bukan saja mengejutkan banyak pengendara motor di lokasi. Melainkan menjadi viral lantaran rekaman CCTV di simpang empat tersebut, menyebar ke media sosial. Dalam rekaman CCTV, tampak petugas menghampiri pelaku sembari mengeluarkan tembakan peringatan.

Polisi langsung meringkus kedua pelaku yang masih berada diatas motornya. Ada empat petugas yang melakukan penyergapan saat itu.

Meski begitu, para pelaku masih berusaha melawan dan tak mengindahkan tembakan peringatan kedua. “Terpaksa kami lakukan tindakan tegas dan terukur dengan cara melumpuhkan pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso.

Kedua pelaku itu kemudian dilarikan ke IGD RSUD dr R Soedarsono untuk mendapat pertolongan medis atas luka tembakan.

Dari Kota Pasuruan, polisi bergerak menuju wilayah Kabupaten Pasuruan. Tepatnya di Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek. Disana polisi kembali mencurigai dua orang pelaku yang mengendarai motor Honda Vario. Mereka juga merupakan komplotan begal asal Desa Plososari, Kecamatan Grati.

“Terdeteksi lagi pelaku lain dan kita buntuti kemudian berhasil ditangkap di Pleret,” terang Slamet. Dari dua orang pelaku, polisi hanya berhasil mengangkap seorang diantaranya. Sedangkan pelaku lain kabur ke arah perkampungan hingga lolos dari kejaran petugas.

“Pelaku yang terakhir ini sempat melemparkan bondet ke arah petugas. Sehingga kami lumpuhkan karena tak ingin ambil risiko,” ujar Slamet. Pelaku tersebut diketahui berinisial RD, 18, itu juga terpaksa dilarikan ke RSUD dr R Soedarsono. (tom/mie)